Aksi Penolakan Penggusuran Kota Lama Kendari Kembali Terjadi


KENDARI—Puluhan pengunjuk rasa asal kota tua Kendari mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), siang ini hari Rabu sekitar pukul 10.30 hingga 11.10 Wita (4/11/2015). Mereka menyampaikan aspirasi penolakan penggusuran rumah toko (Ruko) yang dilakukan Pemprov Sultra, untuk kepentingan pembangunan Jembatan Bahteramas.
Setelah berorasi beberapa menit lamanya,  beberapa  pengunjuk rasa menemui La Ode Saidin, Kadis PU Provinsi Sultra. Mereka melakukan pertemuan tertutup di ruang rapat Kadis. Namun tidak diketahui pasti isi pertemuan tersebut.
Setelah keluar dari pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam lamanya, tampak wajah pengunjuk rasa kecewa. “Kami bukan menolak pembangunan Jembatan Bahteramas, silahkan bangun tapi jangan melakukan penggusuran secara paksa,” kata Dhecky dengan nada kecewa.
Tidak ada penjelasan rinci dari pengunjuk rasa. Demikian halnya dari La Ode Saidin soal penyampaian aspirasi warga kota lama Kendari. Mereka langsung tancap gas menuju kantor Polresta Kendari untuk menyampaikan aspirasinya.
Meski tidak ada penjelasan, tapi selebaran yang mereka sebar di kantor Dinas PU menuliskan bahwa Nur Alam Gubernur Sultra telah melakukan pembohongan publik kepada warga kota lama Kendari. Dalam selebaran itu mengungkapkan bahwa ketika Nur Alam berkampanye untuk maju sebagai calon gubernur, berjanji akan menjadikan kota lama sebagai Chinese Town.
Namun kenyataannya sekarang melakukan penggusuran, menghilangkan situs sejarah kota Kendari demi kepentingan proyek pembangunan jembatan Bahteramas yang menghubungkan Kecamatan Kendari dan Abeli, melewati Teluk Kendari. 
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...