Aksi Vandalisme Sasar Beberapa Lokasi di Lampung Selatan

LAMPUNG — Aksi vandalisme atau corat-coret di dinding atau tembok ruang publik di Kalianda Lampung Selatan makin sulit dikendalikan. Jika diamati dan ditelusuri, kini hampir setiap tembok pagar atau dinding di ruang ruang publik penuh coretan tidak jelas bahkan cenderung merusak keindahan. Beberapa lokasi bahkan menjadi korban aksi vandalisme tersebut diantaranya Gedung Olahraga(GOR) Mustafa Kemal di Kalianda Lampung Selatan serta titik Nol Menara Siger Bakauheni, serta pagar pagar yang ada di beberapa lokasi di Lampung Selatan.
Seperti di GOR Mustafa Kemal Kalianda Lampung Selatan, selain sudah tak tersentuh perawatan dengan bagian atap dan kaca jendela yang rusak, kerusakan juga terjadi pada sebagian besar pagar halaman depan gedung olahraga tersebut. Pagar pagar yang terbuat dari besi sebagian hilang dimakan usia dan sebagian besar dicuri. Kerusakan yang memprihatinkan bagi warga pecinta olahraga di Kalianda tersebut menurut salah satu warga, Imron (34), terjadi nyaris sudah selama setahun tanpa ada perhatian dari pihak terkait.
“Saya suka jogging dan secara kebetulan area di sekitar GOR bagus untuk olahraga lari namun karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan, perlu adanya pembenahan sekaligus menghilangkan aksi corat coret di dinding GOR,”ungkap Imron kepada Cendana News di Kalianda, Kamis (12/11/2015).
Selain kerusakan, Imron mengaku prihatin dengan ulah pemuda pemuda “kreatif” yang hobinya tak tersalurkan dalam seni grafiti. Akhirnya aksi vandalisme tersebut menyasar lokasi yang bukan diperuntukkan untuk aksi tersebut. Selain dinding GOR bahkan Imron mencatat beberapa pagar di sekitar kantor KPU Lampung Selatan, pagar stadion serta beberapa lokasi lain pun sudah terimbas aksi vandalisme dengan menggunakan cat tersebut.
“Aksi seni grafiti atau mural sebetulnya bagus jika media untuk menyalurkannya bagus, namun jika di ruang publik dan tidak beraturan pastinya akan sangat mengganggu pemandangan,”ungkap Imron.
Imron mengaku seharusnya pihak terkait memelihara gedung tersebut terutama beberapa kantor cabang olahraga seperti Persatuan Bola volley Seluruh Indonesia (PBVSI) Lampung Selatan ada di gedung tersebut. Gedung tersebut juga diketahui masih digunakans ebagai GOR bulu tangkis Indoor dan sering digunakan untuk even even olahraga lain.
Imron mengakui selama ini lokasi tersebut hanay dibersihkan saat akan digunakan dalam even even tertentu padahal masyarakat terutama yang menyukai olahraga measih membutuhkan ruang publik yang cukup representatif. Namun semenjak lokasi GOR yang cebnderung tak terawat warga yang menyukai olahraga cenderung memilih lokasi lain yang lebih nyaman.
Keprihatinan terkait maraknya aksi vandalisme juga diungkapkan warga Bakauheni, Elo (40) yang pernah menjadi anggota Orang Bakau (OB) yaitus sebuah organisasi yang peduli dengan wilayah Bakauheni. Aksi vandalisme yang menyasar tembok dan dinding ruang publik pun sudah menyasar ke areal Menara Siger serta dinding dinding yang ada di sekitar Pelabuhan Bakauheni.
Beberapa aksi vandalisme yang tak diketahui oknum pelakunya diantaranya menyasar titik nol Menara Siger dengan memberikan cap atau tulisan tulisan menggunakan cat yang menghilangkan keindahan tempat tersebut.
“Pelakunya sering tidak diketahui namun karena sudah terlanjur dicorat coret membuat lokasi yang indah akhirnya menjadi terganggu keindahannya,”ungkap Elo.
Elo mengaku dibutuhkan biaya tak sedikit untuk membersihkan aksi vabdalisme tersebut sebab pelaku menggunakan cat semprot warna warni. Sementara warna dasar pada bangunan di area Menara Siger menggunakan cat yang cukup mahal. 
“Kami juga lakukan pengawasan agar saat ada pengunjung yang membawa cat dilakukan tindakan terutama jika terbukti melakukan aksi vandalisme,”ungkap Elo yang juga bertugas menjaga Menara Siger.
Elo mengaku pernah mengusulkan kepada pihak terkait untuk menyediakan lokasi khusus bagi pemuda pemuda yang menyukai seni mural, grafiti untuk menyalurkan bakatnya. Sebab aksi tersebut jika disalurkan akan memberikan keindahan terutama bagi pemilik hobi melukis di dinding. Ia bahkan mengusulkan untuk membuat perlombaan melukis namun karena keterbatasan sponsor akhirnya kegiatan tersebut diurungkan.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...