Aktifis Terus Upayakan Penyandang Disabilitas Bisa Ikut Berpolitik

Aktifis sekaligus penyandang disabilitas, Dr. Wuri Handayani
SURABAYA — Aktifis sekaligus penyandang disabilitas, Dr. Wuri Handayani menyebutkan, pihaknya akan terus mengupayakan agar semua penyandang disabilitas  mendapatkan pelayanan dan tempat yang sama di dalam pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada). Baik dalam kampenye hingga pemungutan suara.
Diakuinya, saat ini yang telah mendapatkan perhatian untuk bisa ikut dalam semua tahapan pemilu diantaranya disabilitas fisik, rungu, netra dan terbelakang mental. Hal ini tidak terlepas dari 
perbedaan perhitungan jumlah kaum disabilitas di Indonesia dengan Internasional.
“Pemerintah Indonesia belum mengakui penyandang gangguan mental dan autis termasuk penyandang disabilitas,” terangnya kepada Cendana News, Senin (02/11/2015).
Wuri menambahkan saat pilkada tahun ini, ada beberapa langkah positif yang sudah dilakukan antara KPU dengan Relawan Demokrasi dari kaum disabilitas. Pertama, sosialisasi kepada kelompok disabilitas giat dilakukan. Kedua, ia merancang dan membuat buku petunjuk ringan untuk petugas KPPS.
“Yang ketiga yaitu template surat suara, mulai dari desain, bentuk dan kualitas kertas,” tandasnya.
Menjelang pilkada serentak, perbedaan jenis disabilitas berbeda pula kebutuhannya saat pencoblosan.
“Seperti template untuk tunanetra, serta penerjemah saat debat atau pengumuman terbaru yang dibutuhkan oleh tunarungu dan wicara, dan tunafisik atau tunadaksa membutuhkan akses yang khusus saat pilkada,” jelasnya.
Komisioner KPU Divisi Hukum, Pengawasan dan SDM, Purnomo Satriyo Pringgodigdo menjelaskan akan selalu aktif melibatkan penyandang disabilitas dalam kegiatan KPU.
“Template surat suara hasil kerjasama antara KPU dan Relawan Demokrasi dari kaum disabilitas,” jelasnya.
Jumlah template yang disediakan yaitu sebanyak 3.936 sesuai dengan jumlah TPS, jadi masing-masing TPS ada satu template.
“Yang sudah terdaftar di DPT, jumlah tunanetra sebanyak 1.500 orang,” terangnya.
SENIN, 02 November 2015
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Jurnalis Cendana News wilayah Surabaya. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 
Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...