Aktivitas Penerbangan Lumpuh, Hunian Hotel di NTB Terjun Bebas

MATARAM — Hingga memasuki hari ke sembilan, semenjak ditutup sejak Selasa 3 November 2015, akibat erupsi Gunung Baru Jari, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Lombok sampai sekarang masih belum beroprasi. Penutupan BIL juga telah berdampak terhadap aktifitas ekonomi dan kunjungan wisatawan yang menurun.
“Dampak dari penutupan BIL selama satu minggu lebih tersebut, tingkat kunjungan dan hunian hotel mengalami penurunan hingga 40 persen dengan tingkat okufansi hotel bergerak antara 20 sampai 30 persen,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Muhammad Faozal di Mataram, Selasa (11/11/2015).
Selain itu, kata Faozal penutupan bandara juga berpengaruh pada tingkat cek in yang sangat minim pada hotel yang ada, baik di risot maupun di city hotel, termasuk jadwal meting juga banyak dicensel.
Menurunnya tingkat hunian dan kunjungan wisatawan ke NTB, selain dipengaruhi penutupan BIL, juga karena karena perkembangan isu tidak benar yang diproleh wisatawan tentang Lombok yang tidak nyaman akibat erupsi letusan Gunung Baru Jari.
“Ada isu menyesatkan dan sampai ke wisatawan bahwan Lombok tidak nyaman, karena erupsi, akan terjadi banjir bandang, gempa padahal semua itu tidak ada terjadi sama sekali, semua tetap aman sampai sekarang,”katanya.
Lebih lanjut Faozal juga meminta kepada para pengusaha dan pengelola hotel untuk tidak panik menghadapi situasi sekarang, karena buka disengaja, tapi merupakan pristiwa alam yang tidak bisa dicegah. 
Karena itu sebagai solusi untuk para wisatawan datang ke Lombok Disbudpar terus mengupayakan memperbanyak pasboad dari Bali menuju Lombok atau melalui kapal laut.
JURNALIS : TURMUZI

Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.

Akun twitter : @muzitur00
Lihat juga...