Alokasi Bibit Cengkeh Dana Desa Dorong Warga di NTT Revitalisasi Lahan

FLORES — Alokasi anakan cengkeh ‘Dana Desa’ mendorong warga desa di NTT untuk merevitalisasi lahan yang sudah lama tidak dimanfaatkan lagi. Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Nadus Bahal mengatakan, banyak lahan warga di desanya akhirnya sudah dibuka kembali berkat program pembagian anakan cengkeh dari Pemerintah Desa. Lahan tersebut bertahun-tahun selama ini persis tidak dimanfaatkan, dimana sebelumnya ditanami kopi dan tidak produktif lagi.
“Sekarang banyak lahan sementara dibuka kembali. Semua warga terdorong untuk buka kembali lahan yang dulunya pernah ditanam kopi. Artinya, program ini disukai warga. Di dekat saya punya itu sudah banyak yang buka lahan mereka,” tutur Nadus kepada Cendana News di kediamannya di Dusun Jaong, Sabtu (14/11/2015).
Sebelumnya diinformasikan, ratusan warga desa di Nusa Tenggara Timur  (NTT) menerima ribuan anakan cengkeh dari alokasi dana desa setempat. Terhitung lebih dari 5.000 koker anakan cengkeh telah dibagikan kepada warga Desa Jaong di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores Barat. Hal ini merupakan bagian dari upaya merealisasikan pemanfaatan Dana Desa (ADD) di desa tersebut pada tahun 2015 ini.
Pemerintah Desa Jaong melalui Kepala Dusun Laing, Hanis Nate kepada Cendana News menyampaikan, pembagian anakan cengkeh kepada warga merupakan upaya merealisasikan penggunaan Dana Desa untuk pembangunan ekonomi masyarakat. Tindakan ini diklaimnya sesuai standar operasional pemanfaatan Dana Desa. Pembangunan ekonomi menjadi tujuan lain dari anggaran Dana Desa, selain untuk membangun infrastruktur pedesaan.
“Sesuai dengan manfaatnya, Dana Desa bisa dipakai untuk infrastruktur desa. Tujuan lainnya adalah bangun ekonomi masyarakat. Terkait dengan ekonomi, kita melihat tanaman cengkeh bisa menjadi komoditi andalan untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Apalagi sudah ada warga yang terbukti berhasil. Dengan cara ini, kita ingin semua warga bisa panen cengkeh,” ungkapnya di Laing, beberapa waktu lalu
Pembagian anakan cengkeh, kata Hanis, sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Dirinya berharap, masyarakat bisa segera menanam anakan cengkeh yang ada jika cuaca sudah memungkinkan. 
“Sekarang memang belum hujan. Tapi sengaja kita bagi memang supaya masing-masing bisa cepat siap lahan. Kalau sudah musim hujan ‘kan bisa langsung ditanam,” ujar Hanis berharap.
Dirinya optimis, pembagian anakan cengkeh bisa membantu warga Desa Jaong mencapai tingkat ekonomi yang layak. Untuk itu, warga diharapkannya bisa sungguh-sungguh merawat tanaman yang ada sampai jadi.
 “Jangan ‘kan hidup semua. Sepuluh pohon jadi saja sudah sangat luar bisa. Kita kemarin bagi, setiap kepala keluarga dapat 22 anakan. Seluruhnya berjumlah 232 KK,” tuturnya.
Salah seorang warga, Bernardus Badut secara terpisah mengakui, dirinya baru saja menerima jatah alokasi anakan cengkeh dari pemerintah desa setempat sebanyak 22 koker. Alokasi ini merupakan jatah yang diberikan kepadanya sebagai kepala keluarga. 
“Saya punya kemarin ada 22 koker. Mereka hitung per bagiannya berdasarkan KK, bukan per warga. Katanya, semua KK dapat jumlah sama,” ungkap Bernardus di Jaong, Selasa (10/11/2015).
Pengakuan yang sama disampaikan pula oleh Damianus Bahur, salah seorang warga lain dari desa setempat, di Kampung Golonderu. Dirinya mengharapkan ada pula perhatian dari pemerintah desa dalam membantu warga mengusahakan tanaman ini hingga berhasil. “Kiranya ada pupuk pula kalau anggaran masih ada. Itu yang saya harapkan. Biar hasil yang kita harapkan bisa dapat,” anjurnya kepada pemerintah desa setempat.[JURNALIS : FONSI ECONG]
Lihat juga...