Antisipasi Banjir, Normalisasi Way Pisang Dilakukan

LAMPUNG — Antisipasi banjir yang sering melanda wilayah Kecamatan Palas di sepanjang sungai Way Pisang, pihak terkait melakukan normalisasi tanggul sungai yang melintasi Kecamatan Penengahan, Kecamatan Palas tersebut. 
Normalisasi menggunakan sebanyak tiga alat berat escavator tersebut dilakukan dengan melakukan pengerukan tanah yang berada di sepanjang bantaran sungai untuk memperlebar badan sungai yang mulai menyempit akibat sedimentasi serta material tanah yang terbawa air saat air sungai meluap.
Normalisasi tanggul di bantaran sungai Way Pisang tersebut menurut penuturan warga setempat sudah berlangsung selama hampir dua bulan terakhir.Bahkan alat berat yang meratakan sebagian tanggul sungai tersebut sudah mencapai Dusun Rantau Makmur, Desa Sukaraja Kecamatan Palas.
“Awalnya sungai Way Pisang sudah cukup sempit karena saat musim penghujan banjir dan material menimbun bantaran sungai maka dilakukan pelebaran dan pengerukan badan sungai serta meninggikan tanggul,”ungkap salah satu warga Dusun Rantau Makmur,Sukamdio (45) kepada media Cendananews.com di lokasi tersebut, Jumat (13/11/2015).
Selama ini ungkap Sukamdio sebelum dilakukan normalisasi aliran Way Pisang, air yang mengalir saat musim penghujan mengakibatkan banjir dan meluap ke rumah warga. Rumahnya yang berada di dekat jembatan dan bantaran sungai bahkan pernah tergenang air setinggi setengah meter akibat luapan air sungai Way Sekampung. Air Sungai tersebut terhalang oleh sampah sampah yang menumpuk di jembatan yang terlalu rendah sehingga menjadikan jembatan tersebut menjadi bendungan.
“Warga di sini menyambut baik langkah pemerintah untuk melakukan perbaikan di aliran Way Pisang dan membuat tanggul yang lebih tinggi agar pemukiman warga tidak tergenang banjir lagi,”ungkap Sukamdio.
Pantauan media CDN di sekitar dusun Rantau Makmur, Dusun Simpang Kenaat Desa Sukaraja, sebagian kebun warga, perumahan warga bahkan harus membuat tanggul terbuat dari beton untuk menahan laju air saat musim penghujan. Selain jembatan tak jauh dari lokasi pelaksanaan normalisasi, sebuah bendungan sepanjang 15 meter bahkan mulai dangkal sepanjang musim kemarau ini sehingga dikuatirkan saat musim penghujan tiba sungai justru meluap ke pemukiman warga di wilayah tersebut.
Wilayah sepanjang aliran Sungai Way Pisang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Balai Besar wilayah Sungai Mesuji Sekampung. Sebagian besar aitr dimanfaatkan warga untuk pengairan ratusan hektar sawah terutama di Kecamatan Palas. 
Sebelumnya masyarakat dari lima Desa di Kecamatan Palas,  Kabupaten Lampung Selatan telah sepakat mendukung proyek normalisasi Sungai Way Pisang sepanjang 2.000 meter yang melintasi 5 desa yang ada di wilayah tersebut. Kesepakatan itu telah di tuangkan dalam mediasi antara Uspika Kecamatan Palas, UPT Pekerjaan Umum di Palas, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWS-MS) Wilayah Provinsi Lampung, Kontraktor, aparat desa dan masyarakat di Dusun Rantaumakmur, Desa Sukabakti.
Hal itu telah diungkapkan oleh Kepala Desa Sukabakti, Yato S, menurutnya 5 desa tersebut di antaranya meliputi Desa Sukabakti, Sukaraja, Sukamulya, Pematangbaru, dan Bangunan itulah wilayahnya. Hal ini di lakukan karena bertujuan untuk mengantisipasi konflik permasalahan lahan dan tanam tumbuh yang akan dilintasi alat berat proyek tersebut.
BPBD Siapkan Tim di Titik Rawan Bencana
Sementara itu memasuki bulan November dimana sebagian wilayah Lampung telah turun hujan dengan intensitas sedang terutama saat malam hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan telah menyiapkan titik rawan bencana.
Kepala BPBD Lampung Selatan, M.Darmawan melalui Sekretaris BPBD Joko Siswan mengungkapkan BPBD telah melakukan antisipasi dan melakukan pemetaan daerah rawan bencana di kabupaten setempat. Antisipasi berupa pemetaan daerah rawan bencana juga termasuk pembentukan tim yang untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam terutama saat musim penghujan.
“Beberapa wilayah Lampung Selatan selama ini menjadi langganan banjir dan longsor sehingga kita siapkan tim di titik-titik rawan tersebut,”ungkapnya.
Berdasarkan data, beberapa titik rawan bencana diantaranya rawan banjir meliputi Desa Tarahan Kecamatan Katibung, Desa Merak Batin Kecamatan Natar, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Sragi. Sementara untuk daerah rawan longsor yang akan di antisipasi oleh BPBD Lamsel yaitu berada di dua Kecamatan. Sementara wilayah rawan bencana longsor berada di kecamatan Bakauheni dan Rajabasa.
Bahkan berdasarkan pantauan Cendana News beberapa titik di Kecamatan Bakauheni menjadi wilayah rawan longsor akibat proses pengerukan tanah untuk penimbunan jalan tol.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...