Antisipasi Potensi Bencana, BNPBD Manggarai Bentuk TRC

Kepala BNPBD Manggarai
FLORES — Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) membentuk dan menggelar pelatihan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana di daerah tersebut. Tim ini merupakan kelompok khusus siaga bencana yang nantinya diharapkan bisa bekerja cepat menangani pelbagai peristiwa bencana terutama pada saat musim hujan. Saat ini hujan sudah mulai mengguyuri sejumlah tempat di daerah Kabupaten Manggarai setelah sebelumnya dilanda kekeringan selama sekitar lima bulan. 
Kepala BNPBD Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat mengatakan, TRC direkrut dari berbagai desa untuk membentuk tenaga profesional dalam urusan menangani bencana. Diperkirakan pada musim hujan nanti akan ada desa-desa tertentu yang bisa dilanda bencana. Para anggota TRC dipastikan akan terlebih dahulu dibekali dengan sejumlah kemampuan teknis tertentu melalui diklat dan pelatihan sebelum terjun ke lapangan.
“Tim Reaksi Cepat itu, kita mempersiapkan tenaga-tenaga trampil di tingkat desa dalam rangka mempercepat respon dan penanggulangan bencana. Pesertanya itu adalah sekretaris desa se-Kabupaten Manggarai. Kita sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Kalau sudah musim hujan tiba itu ‘kan berarti ada kemungkinan-kemungkinan bencana yang akan terjadi, baik itu tanah longsor, banjir, angin puting beliung atau bencana sosial lainnya,” jelas Anglus dari ujung seluler kepada Cendana News, Selasa (24/11/2015).
Anglus juga menyebut sejumlah bencana lain berupa keadaan luar biasa dan wabah penyakit yang bisa mengancam nyawa manusia. TRC diharapkannya bisa bekerja cekatan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaaan yang dialami masyarakat terkena bencana.
“Terutama untuk golongan yang rentan. Dalam arti ibu hamil, balita, anak-anak,  kemudian kelompok disabilitas. Mereka diharapkan bisa menangani lebih dini, lebih awal ketimbang mereka harus menunggu kita yang dari kabupaten,” ujarnya berharap.
TRC akan bekerja sama dengan kelompok-kelompok lain di desa yang jauh sebelumnya sudah dibentuk pula oleh BNPBD. Anglus mengklaim selama lima tahun ini telah membentuk beberapa kelompok siaga bencana lain. Ada di antaranya Kelompok Masyarakat Siaga Bencana Desa yang tersebar di sekitar 24 desa rawan bencana di Kabupaten Manggarai. 
“Itu dia punya pesertanya kepala desa dan kaurnya, kemudian tokoh-tokoh masyarakat. Kami ambil mereka itu dari desa-desa yang tergolong daerah yang rentan terhadap bencana, yaitu tanah longsor, banjir, angin puting beliung barangkali. Itu semua,” jelas Anglus.
Terkait dengan persiapan para anggota TRC, Anglus menyebut pihaknya sedang menyelenggarakan diklat dan pelatihan kepada para sekretaris dari 10 desa. Kegiatan terkait berlangsung di Hotel Rima Kota Ruteng sejak kemarin, Senin (23/11/2015) hingga nanti Kamis (26/11/2015). [JURNALIS : FONSI ECONG]
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Fonsi Econg
Lihat juga...