APKLI Tolak Rencana Pemerintah Gabung di TPP

JAKARTA — Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) menolak rencana pemerintah yang akan mendaftarkan Indonesia sebagai anggota Trans-Pacific Partnership (TPP) karena akan berakibat fatal pada ekonomi pedagang kecil dan menengah.
“Masuknya Indonesia sebagai anggota TPP nanti, akan semakin mematikan ekonomi pedagang kaki lima. Padahal 54,9 juta orang mata pencarian mereka adalah PKL dan UMKM,”ujar Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun dalam rilis yang diterima Cendana News di Jakarta, Sabtu (07/11/2015).
Ali mencontohkan, sebelumnya 300 ribu PKL yang digusur dan diusir semena-mena dari kawasan PT Kereta Api Indonesia di era Ignatius Johan sebagai Direktur Utama. Dan digantikan dengan kongsi multinasional seperti Seven Eleven (sevel), KFC, Indomart, Alfamart, Lawson dan lainnya.
Selain rencana menjadi anggota TPP, PKL dan UMKM juga terancam karena belum terlihatnya Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) per 1 Januari 2016.
“Aneh, hadapi MEA saja indonesia tidak mampu, apalagi hadapi TPP,”ungkap Ali.

Sebelumnya, Joko Widodo bertandang ke negeri Paman Sam bertemu Presiden AS, Barrack Obama dan berencana bergabung dalam Trans-pacific partnership (TPP). Saat ini diikuti oleh 12 negara, diantaranya Brunei Darusalam, Chile, Selandia Baru, Singapura, Amerika Serikat, Australia, Canada, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.
JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional. 

Akun twitter : @dinopattisdebby
Lihat juga...