Bakso Malang Asli, Meski Mahal Namun Tetap Laris Manis

BEKASI — Bakso merupakan salah satu jenis makanan nomor satu yang paling banyak disukai dan digemari oleh para penikmat kuliner, mulai anak – anak hingga orang dewasa, dari rakyat biasa hingga pejabat negara.
Penjual Bakso pun juga beragam, ada yang berjualan berkeliling dari rumah ke rumah dengan cara dipikul dengan berjalan kaki, ada yang naik sepeda ontel, banyak juga yang naik sepeda motor, didorong pakai gerobak roda dua. Penjual bakso setiap harinya berjualan keliling keluar masuk dari kampung ke kampung, mereka mulai berjualan bakso mulai siang hingga malam hari.
Banyak juga penjual Bakso yang berjualan di pinggir jalan sebagai pedagang kaki lima / PKL, namun bagi penjual bakso yang punya ” modal ” besar biasanya lebih cenderung memilih berjualan dengan menyewa ruko tempat – tempat yang strategis di pusat – pusat keramaian. Mungkin salah satu alasanya mereka menyasar pembeli golongan ekonomi menengah ke atas.
Bakso Malang Asli Cak Upri misalnya, mereka lebih memilih berjualan dengan menyewa salah satu ruko di komplek pertokoan Plaza Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Bakso Malang Asli Cak Upri buka setiap hari, mulai Senen hingga Minggu mulai jam 09:00 WIB – 21:00 WIB.
Mereka menyewa ruko dengan luas ukuran 4 x 4 meter, uniknya di kedai bakso Cak Upri ini tetap mempertahankan memakai gerobak dorong permanen sebagai ciri khas kebanyakan para penjual. Selain itu, kedai Cak Upri juga menjual berbagai macam minuman es buah hingga minuman dingin dalam kemasan yang disimpan dalam kulkas.
Setiap satu mangkuk bakso berisi 6 biji pentol, di kedai Cak Upri ini juga menyediakan lontong sebagai tambahan pengganti nasi.
Indri, penikmat kuliner bakso saat ditemui Cendana News saat ditemui di kedai Cak Upri mengatakan, dirinya sering makan bakso di sini, biasanya mengajak anak – anak, salah satu alasannya bakso di kedai Cak Upri rasa daging sapinya murni.
“Disini dagingnya murni, tidak pakai campuran seperti penjual bakso kebanyakan,” terangnya.
Indri menambahkan, dibandingkan dengan tempat lain, memang harga semangkuk bakso di sini memang agak mahal, sekitar Rp. 15.000 / porsi, harga itu itu belum termasuk minuman, kerupuk dan lontong, tapi para pecinta dan penikmat kuliner bakso tetap berdatangan silih berganti, sehingga bakso Cak Upri tetap laris manis ” terangnya.
Sementara itu, pemilik dagangan, Cak Upri menyebutkan, untuk menarik pelanggan, dirinya sengaja menyuguhkan aneka kuliner dari jenis bakso yang berbeda. Yang tidak kalah penting adalah dagingnya.
” Dijamin bahan baksonya murni dari daging sapi asli tanpa campuran, kalau masalah harga itu sebenarnya relatif, tergantung penilaian dari masing – masing pembeli,” kata Cak Upri.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]
Lihat juga...