BNN Berencana Bangun Penjara di Pulau Terpencil

Komjen Pol Budi Waseso
YOGYAKARTA — Pemerintah RI saat ini terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan dan penindakan serta penghukuman bagi para pelaku peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan sebuah penjara khusus bagi para gembong narkoba tengah diwacanakan, yaitu sebuah penjara di pulau terpencil atau terluar dengan penjagaan buaya dan ikan piranha yang mematikan.
Komjen Pol Budi Waseso, Kepala BNN RI saat berada di Yogyakarta, Senin (17/11/2015) menyatakan, pihaknya sedang melakukan pen¬elitian dan ujicoba agar pemerintah tidak ke-sulitan untuk membangun kekuatan b¬esar, salah satunya dengan memanfaatkan pulau-pulau terpencil di Indonesia dan p¬ulau-pulau terluar sebagai lokasi penjara dengan penjagaan hewan liar. 
Budi mengatakan, pemanfaatan hewan liar itu tidak akan melanggar HAM, karena hewan tersebut dipelihara dan dilestarikan. Tidak untuk membunuh, melainkan untuk penjagaa¬n. Maka, jika seorang tahanan menyeberang di laut yang terdapat hewan liar dan mati dimakan, menurut Budi, itu salahnya sendiri.
Namun demikian, Budi mengatakan pihaknya masih mengkaji rencana pemanfaatan hewan liar terkait jumlah hewan dan biaya yang dibutuhkan. Akan ada suatu tempat yang nanti akan digunakan sebagai proyek percontohan. Ada pun tempatnya, menurut Budi, akan ditentukan oleh Menkumham. Sedangkan ikan piranha yang direncanakan akan dimanfaatkan sebagai hewan liar penjaga bersama buaya, saat ini menurutnya sudah ada di Indonesia.
“Kita sedang meneliti ketahanan ikan piranha asal Amazone itu pa¬da air, cara pembiakan, makanannya, dan agresif¬itasnya”, jelas Budi.
Sementara itu di sisi pencegahan dan penindakan, sambung Budi, pihaknya akan bekerjasama dengan TNI dan POLRI. Sidak akan terus ditingkatkan, dan kontruksi hukumnya sedang dibuat agar bisa lebih optimal menjaring siapa pun yang terlibat dalam peredaran dan penggunaan narkoba. Namun demikian, kata Budi, hal penting dalam upaya pencegahan narkoba adalah adanya komitmen bersama termasuk masyarakat luas. 
“Tidak mungkin kita hanya bergantung pada aparat, karena negara ini sangat luas dan jaringan narkoba juga sangat luas. Maka, sangat dibutuhkan komitmen bersama dan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba”, tegas Budi, sembari mengingatkan jika dalam satu hari, sekitar 30-40 orang meninggal akibat narkoba. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...