BNN: Keluarga Ujung Tombak Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Workhsop Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Keluarga
YOGYAKARTA — Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Budi Waseso menyebutkan, peran keluarga menjadi penting dan bahkan menjadi ujung tombak dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak dini. 
“Ibu rumah tangga memegang peran penting sebagai ujung tombak, lalu sekolah dan lingkungan sekitar. Ibu-ibu harus tahu dan paham soal narkoba, sehingga bisa mencegah anak-anak yang mulai terpengaruh narkoba”, katanya dalam membuka Workhsop Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Berbasis Keluarga di Gedung Radiosuyoso, Kompleks Kepatihan Kantor Gubernuran DI Yogyakarta, Selasa (17/11/2015).
Dijelaskannya, kejahatan narkoba saat ini semakin mengkhawatirkan. Bahkan pengguna narkoba sangat beragam dan telah menimpa generasi dari aegala usia. Berdasarkan catata  BNN, pengguna narkoba bahkan meliputi anak usia TK, SD, SMP, SMA dan mahasiswa. Sementara itu, jumlah terbesar pengguna narkoba adalah mereka yang sudah bekerja.
“Jika kondisi demikian dibiarkan, anak cucu dan generasi muda akan rusak,”sebutnya., 
Budi Waseso juga mengungkapkan, jumlah korban penyalahgunaan narkoba pada bulan Juni 2015 di Indonesia tercatat sebanyak 4, 2 Juta orang dan dalam waktu lima bulan ini meningkat menjadi 5,9 Juta orang. Jika tak segera dilakukan upaya pencegaha  secara komprehensif, jumlah pengguna narkoba akan semakin meningkat terus. 
Budi mengatakan, salah satu penyebab terus meningkatnya pengguna narkoba adalah tidak adanya efek jera. Karena itu, katanya, pemberian efek jera harus diberikan dan upaya pencegahan dan rehabilitasi juga harus tetap dilakukan.
Budi juga mengharapkan peran pemerintah melalui berbagai institusi terkait juga terus meningkatkan kewaspadaan dan upaya-upaya hukum lain agar bisa memberikan efek jera bagi para para pengguna dan pengedar. 
Sebagai Kepala BNN, kata Waseso, pihaknya tidak hanya mewaspadi narkoba saja. Namun juga waspada terhadap ideologi keras ¬nasional dan penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia. 
“Ideologi keras dan penetrasi budaya asing itu adalah bentuk p¬enjajahan gaya baru yang ingin menghancurkan bangsa kita”, tegasnya.
Waseso menekan, bahwa masa depan anak cucu sangat ditentukan oleh tindaka¬n saat ini. Karena itu, ke depan keluarga Indonesia harus bisa menerapkan pola asuh harmo¬nis. Jika kelurga sehat dan tangguh, maka bangsa ini juga akan tanggguh. 
“Namun jika sebaliknya, bangsa ini tidak akan fokus menghadapi pers¬aingan global dengan berbagai ancamannya,”tutupnya. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...