BNNP DIY Tangkap Kurir Narkotika Asal Nigeria

Memperlihatkan barang bukti kepada awak media


YOGYAKARTA — Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) DIY bekerjasama dengan BNN RI, menangkap dua orang kurir narkotika jaringan internasional di Yogyakarta. Dua kurir merupakan pasangan suami isteri asal Nigeria dan Indonesia, yang menyelundupkan narkotika seberat 2675 gram yang dikamuflase menggunakan pompa air.

Senin (2/11/2015), BNNP DIY menggelar hasil operasi tangkap tangan pengedar narkotika dengan pelaku asal Nigeria berinisial MK (40) dan isterinya asal Jawa Barat berinisial DA (28). Kepala BNNP DIY, Kombes Pol. Soetarmonk, DS, SE, MSi, mengungkapkan, operasi tangkap tangan kurir narkotika jaringan internasional itu bekerjasama dengan BNN RI. “Barang bukti berhasil kita amankan sebanyak 11 bungkus   narkotika golongan satu dalam bentuk kristal shabu seberat 2675 gram”, jelasnya.
Didampingi AKP Muhammad Bendi, penyidik BNN RI, Soetarmono menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebut adanya 6 paket kardus ukuran sedang yang diletakkan di depan rumah warga di Jalan Tamansiswa, Gank Permadi, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Dari laporan tersebut, katanya, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BNN Pusat untuk melakukan penyelidikan.

Kiri-Kanan : Kombes Pol. Soetarmono-AKP Muhammad Bendi

Setelah diadakan pengintaian selama 9 jam, sambung Soetarmono, akhirnya petugas berhasil menangkap pemilik 6 paket kardus itu. “Isinya pompa air dan ternyata setelah dibongkar pompanya berisi pake shabu”, ujarnya. 

Dengan hasil temuan itu, petugas pun langsung membawa dua pemilik 6 paket tersebug ke BNN Pusat di Jakarta. Lalu dari pemeriksaan, kedua pelaku mengaku hanya sebagai kurir yang ditugasi mengambil paket dengan upah sekali ambil Rp 5 Juta. Pelaku juga mengaku sebagai pasutri yang sudah menikah sejak 10 tahun lalu dan dikaruniai lima anak. “Mereka mengaku sudah lima kali melakukan pekerjaan itu dan baru sekali ini tertangkap”, jelas Soetarmono.
Sementara itu, Bendi menambahkan, jika kristal shabu itu berasal dari negara Guansho yang diselundupkan melalui pelabuhan Tanjung Priuk, lalu dibawa ke Semarang, Jawa Tengah, dan kemudian dikirim lagi ke Jakarta. “Pelaku inisial MK asal Nigeria sudah menetap lama sesuai KTP di daerah Depok, Pancoran Mas, Jawa Barat. Sedangkan DW merupakan warga Gunungmenyan, Kamijahan, Bogor, Jawa Barat”, jelas.
Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam hukuman mati atau oenjara seumur hidup, sesuai Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU No. 35/2009 Tentang Narkotika. (Editor : Gani Khair)

JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND

Lihat juga...