Budi Sudjana Sayangkan Penundaan Gelar Pahlawan Nasional Dua Presiden

JAKARTA — Beberapa waktu yang lalu, Pemerintah Republik Indonesia seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan Presiden, No 116 TK / 4 / 11 / 2015, secara resmi telah memberikan gelar pahlawan nasional kepada lima putra terbaik bangsa. Pemberian tanda jasa gelar pahlawan nasional diberikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada masing – masing kelima ahli waris almarhum di Istana Negara.
Namun diluar pemberian anugerah gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh pejuang bangsa tersebut, warga masyarakat banyak yang mempertanyakan mengapa Pemerintah ” menunda ” pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua Republik Indonesia, H.M. Soeharto ( Pak Harto ) dan mantan Presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ). Padahal kedua mantan Presiden Republik Indonesia tersebut memenuhi mekanisme dan aturan yang telah ditentukan.
Pemerintah Pusat melalui Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, sempat mengatakan, usulan pemberian pahlawan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Pak Harto dan almarhum Gus Dur sudah sampai di Dewan Gelar. Demikian juga Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, pernah mengatakan, kemungkinan tahun depan ( 2016 ), kedua mantan Presiden Republik Indonesia ” berpeluang ” mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Namun karena beberapa hal, sehingga pemberian gelar pahlawan nasional kepada kedua mantan Presiden Republik Indonesia tersebut sampai sekarang ( 2015 ) belum bisa dilakukan, karena alasannya masih menunggu ” saat yang tepat “. Terkait dengan pernyataan ini, beragam reaksi dari warga masyarakat pun bermunculan, ada yang setuju dan ada juga yang menolak terkait dengan wacana Pemerintah tersebut.
Budi Sudjana, Ketua Gerakan Bela Negara mempertanyakan mekanisme pemberian gelar pahlawan nasional untuk Pak Harto dan Gus Dur itu seperti apa dan bagaimana.
“Kok sampai ada penundaan seperti itu ” terangnya saat ditemui Cendana News.
Budi Sudjana menambahkan, bagaimanapun kedua tokoh ini sama – sama pernah menjadi Presiden Republik Indonesia, sudah selayaknya mendapatkan gelar pahlawan nasional, mereka telah banyak berjasa kepada bangsa dan negara ini.
“Kedepannya janganlah hal seperti ini menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” jelas purnawirawan TNI Angkatan Darat tersebut.
Sementara itu, Siti Hediati Hariyadi ( Titik Soeharto ), putri Pak Harto ketika diwawancarai salah satu Radio Nasional mengatakan, keluarga besar H.M. Soeharto sebenarnya tidak terlalu berharap pemberian gelar pahlawan nasional tersebut.
“Yang penting Pak Harto masih tetap dicintai dan mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia,” terangnya.
Titik Soeharto menambahkan, namun apabila di kemudian hari Pak Harto benar – benar mendapatkan anugerah gelar pahlawan nasional, pihak keluarga akan mengucapkan terimakasih.
“Atas nama seluruh keluarga besar H.M. Soeharto mengucapkan banyak terima kasih yang setinggi – tingginya, “pungkasnya siang ini di Kampus Universitas Pembangunan Nasional ( UPN ) Veteran, Daerah Istimewa Yogyakarta.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]
Lihat juga...