Cegah Manipulasi Suara, KPU Mesti Informatif dan Transparan

JAKARTA — Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) mesti informatif dan terbuka sampaikan kepada masyarakat luas untuk mengantisipasi terjadinya gesekan saat Pilkada serentak pada 9 Desember 2015 pekan depan.
Sebab, manipulasi suara rawan terjadi saat pergerakan kotak suara dari tempat pemungutan suara (TPS) ke kantor kecamatan.
“Jadi, KPU harus intensif dan terbuka memberi perkembangan kepada publik sedini mungkin,” ujar Titi di Jakarta, Jum’at (27/11/2015).
Menurutnya, manipulasi akan terjadi saat pergerakan dari Tempat Pengungutan Suara (TPS) ke kecamatan, jika KPU tidak informasikan kepada masyarakat.
“Apalagi sistem Pilkada serentak, suara tidak dihitung di TPS, tetapi di kecamatan, hal itu sangat rawan,” Ungkapnya
Titi menyampaikan, daerah daerah yang paling rawan terkena manipulasi suara yakni, di wilayah yang TPS-nya berjauhan dengan kantor kecamatan yang sulit dijangkau.
“Wilayah pedalaman yang secara geografis berjauhan, jelas sulit dijangkau semakin berpotensi terjadi manipulasi suara,” katanya.
Dirinya menghimbau kepada KPU, agar tim pengawas Pilkada dapat bekerja secara optimal dalam mengawal pergerakan kotak suara, Tim Pengawas TPS bekerja sejak 23 hari sebelum hari pemungutan suara dan tujuh hari setelah pemungutan suara.
JURNALIS : ADISTA PATTISAHUSIWA

Jurnalis Cendana News wilayah DKI. Jakarta. Bergabung dengan Cendana News pada Juni 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis di beberapa media lokal dan nasional. 

Akun twitter : @dinopattisdebby
Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Istimewa
Lihat juga...