Dampak Kendaraan Pribadi, Jumlah Angkot di Surabaya Terus Menurun

SURABAYA — Angkutan Umum Dalam Kota (Angkot) sejak lebih dari lima tahun lalu, mengalami penurunan baik dari segi sopir maupun jumlah kendaraannya. Hal tersebut dampak meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi.
Ahmad Fauzi
Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Surabaya, Ahmad Fauzi menjelaskan ada penurunan jumlah kendaraan angkot sebanyak 20 persen.
“Paradigma masyarakat perkotaan yang malu naik angkot serta kualitas pelayanan angkot, saya rasa itu yang menyebabkan penurunan jumlah penumpang dari tahun ke tahun,” terangnya kepada Cendana News, Senin (16/11/2015).
Ia mencontohkan, jika kendaraan sesuai trayek ada 100 kendaraan, yang beroperasi hanya 60 saja, 40 sisanya tidak beroperasi. Selain itu, satu angkot hanya bisa menarik penumpang sebanyak <50 persen per hari.
“Masyarakat sekarang kan lebih memilih kredit motor atau mobil daripada naik angkot,” ujarnya.
Data yang dihimpun Organda hingga Oktober 2015, jumlah kendaraan angkot ada 4.065, sedangkan jumlah pengemudi ada 6.504. Data ini berkurang tiap tahunnya seiring berkurangnya penumpang.
Menurut Fauzi, moda transportasi umum perlu perombakan total. Mulai dari kualitas pelayanan angkot, paradigma masyarakat, serta dukungan dari pemerintah kota.
“Perombakan itu mulai dari rancangan trayek, sistem manajemen, pelayanan kepada penumpang, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...