Dampak Penutupan BIL Ongkos Pasboad Naik Seratus Persen

Kapal Ferry saat hendak bersandar di Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur
MATARAM — Selain berdampak terhadap terjadinya penurunan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel sampai 40 persen, penutupan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat selama sembilan hari telah mengakibatkan tarif penyeberangan pasboad meningkat hingga seratus persen.
“Dampak dari penutupan BIL, tarif penyeberangan menggunakan pasboad dari Bali menuju lombok naik sampai seratus persen, yang biasanya 350 naik menjadi 600 ribu, kenaikan tersebut jelas sudah terlalu kelewatan dan tidak bisa ditolerir,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Muhammad Faozal di Mataram, Kamis (12/11/2015).
Akibat kenaikan tarif sampai seratus persen tersebut, banyak warga masyarakat maupun wisatawan yang hendak menyebrang ke Lombok mengeluh, tapi terkait hal tersebut kita memang tidak bisa intervensi, mengingat pasboad sendiri merupakan transportasi laut komersil non ekonomi.
Menurut Faozal, lain halnya misalkan kalau kenaikan tarif dilakukan oleh alat transportasi yang berada di bawah naungan Dinas Perhubungan, bisa dengan mudah diinterpensi.
“Karena itu Kementerian dalam hal ini selaku yang mengeluarkan izin atas operasional pasboad kami harapkan bisa interpensi, supaya para penyedia jasa pasboad tidak sewenang – wenang dalam menentukan tarif ketika terjadi gangguan penerbangan,”sebutnya.
Nurmayanti, warga Desa Suralaga, Kabupaten Lombok Timur mengaku sangat kecewa dengan tarif penyeberangan pasboad yang dinilai sudah melewai batas, meski demikian dirinya terpaksa menggunakan pasboad beberapa hari lalu pulang ke Lombok dari Bali, karena segera pulang dan bekerja.

JURNALIS : TURMUZI

Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.

Akun twitter : @muzitur00
Lihat juga...