Danrem Tegaskan Program Bela Negara Bukan Wajib Militer

Warga dari berbagai unsur yang telah tergabung dalam program bela negaraan saat mengkuti upacara peringatan hari pahlawan nasional di kantor Gubernur NTB
MATARAM — Komandan Korem 162/Wirabhakti Kolonel CZI. Lalu Rudy Irahan Srigede menegaskan, program bela negara yang dicanangkan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sama sekali tidak sama dengan program latihan militer dan memang bukan program wajib militer, melainkan hanya berupa program wawasan kebangsaan.
“Hanya pembekalan wawasan kebangsaan dalam kelas, melatih mental dan meningkatkan rasa nasionalisme untuk membela negara, jadi sekali lagi saya tegaskan, program bela negara bukan wajib militer,” Kata Rudy di Mataram, Senin (10/11/2015).
Menurut Rudy, kalaupun ada latihan fisik di lapangan, itu lebih hanya berupa olahraga dan pemeliharaan fisik supaya warga yang ikut dalan program bela negara, selain sehat mental juga sehat fisik, termasuk juga di dalamnya program outbond supaya mereka senang.
Warga yang sudah direkrut dan bergabung sendiri akan mengikuti pelaksanaan program bela negara selama satu bulan, dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang terdiri dari kalangan PNS, pegawai swasta, organisasi kepemudaan maupun masyarakat biasa.
“Tidak ada persyaratan terlalu sulit untuk bisa ikut program bela negara yang dilaksanakan TNI, yaitu umur harus di atas 20 tahun dan di bawah 45 tahun, dalam lima tahun kita ditargetkan rekrut warga dalam programa bela negara harus tercapai 100 juta orang,” katanya.
JURNALIS : TURMUZI

Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.

Akun twitter : @muzitur00
Lihat juga...