Demonstran Sebut 223 Toko Modern di Malang Tak Kantongi IUTM

Demo di Gedung DPRD Kota Malang
MALANG — Sebanyak 223 toko modern yang berada di Malang ternyata tidak mengantongi Izin Usaha Toko Modern atau IUTM. Hal ini disampaikan Bambang Guntur Wahyudi saat memimpin aksi demo di depan gedung DPRD kota Malang, Senin (23/11/2015).
Bambang Guntur Wahyudi
Bambang menjelaskan, total 223 toko modern yang ada di kota Malang adalah ilegal karena tidak memiliki IUTM sebagaimana yang disyaratkan dalam pasal 25 ayat [1] Perda No.8 tahun 2010 tentang Perindag.
Pelaku usaha yang akan melakukan kegiatan usaha di bidang Toko Modern, wajib memiliki IUTM untuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket dan Perkulakan”.
Menurutnya, toko modern di kota Malang ini hanya mengandalkan HO dan Amdal Lalin yang dikeluarkan oleh BP2T. Sementara pada konteks pendirian toko modern sendiri ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya yaitu mengakomodir produk lokal. Mereka harus meningkatkan produktivitas masyarakat dimana toko ini berdiri.
Selain itu jarak antar toko modern juga sudah diatur dalam Perda No.8 Tahun 2010 Pasal 23 ayat [2] yang menyatakan “Terhadap pendirian Toko Modern yang dilakukan oleh pengelola jaringan minimarket hanya dapat dilakukan pada jarak 500 (lima ratus) meter antar minimarket, toko dan pasar tradisional/usaha perdagangan mikro”. 
Namun kenyataannya banyak toko-toko modern yang justru berhimpitan jaraknya. Hal ini yang menyebabkan usaha-usaha kecil rakyat di perkampungan dan pasar tradisional terus tergerus dan semakin habis.
“Oleh karena itu kami berharap agar Pemkot Malang bisa menindak dan mengatur kembali operasional toko modern,”tutupnya.
JURNALIS : AGUS NURCHALIQ

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang. Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 

Akun twitter : @shugabst2
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Agus Nurchaliq
Lihat juga...