Demonstran Tuntut DPRD Malang Segera Tindak Toko Modern Ilegal

Massa lakukan demonstrasi di depan Gedung DPRD Malang
MALANG — Puluhan massa yang menamakan diri Aliansi Melawan Toko Modern Ilegal (AMTMI) menggelar demo di Gedung DPRD Kota Malang. Mereka menuntut dewan segera menindak toko modern ilegal karena dinilai telah melanggar tata ruang dan zonasi, penimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan mematikan usaha UMKM.
“Kami kemarin juga sudah mengajak DPRD dan dinas perizinan untuk melakukan verifikasi faktual agar mereka dapat megetahui secara langsung pelanggaran yang dilakukan oleh toko modern, tetapi ternyata mereka tidak berani untuk melakukan itu,”ujar koordinator aksi, Bambang Guntur Wahyudi di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (23/11/2015).
Aksi massa tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap anggota DPRD yang tidak segera menindaklanjuti dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka juga mempertayakan kenapa tidak dilakukan pemeriksaan tersebut.
“Kami menuntut mulai hari ini toko modern ilegal ditutup dan menuntut pemerintah untuk melakukan penataan kembali operasional toko modern di kota Malang sesuai dengan perundangan yang berlaku. Kalau teman-teman di Surabaya, Klaten dan Solo saja mampu melakukan pembatasan toko modern,kenapa di Malang tidak bisa,”tuntutnya.
Sementara itu, salah satu massa aksi dalam orasinya juga menyayangkan sikap pemerintah yang hanya tegas kepada masyarakat kecil namun tidak pada pengusaha atau pemodal.
“Kenapa pemerintah hanya berani menggusur para PKL yang notabene adalah masyarakat miskin, tetapi pemerintah tidak berani menutup toko modern yang jelas-jelas melakukan pelanggaran,” ucapnya.
Selain itu, massa aksi juga megancam akan menyegel toko modern ilegal jika pemerintah tidak segera menindaklanjutinya.
JURNALIS : AGUS NURCHALIQ

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang. Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 

Akun twitter : @shugabst2
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Agus Nurchaliq
Lihat juga...