Di Kendari Ada Pasar Terpanjang di Indonesia


KENDARI—Pasar terpanjang di Indonesia, bahkan bisa jadi di dunia hanya ada di Kota Kendari. Posisinyapun sangat unik, karena dibangun di bahu jalan Sorumba, Wua-wua.  Nama pasarnya adalah TPS Unit Pasar Bonggoeya atau lebih dikenal pasar panjang. Pasar ini panjangnya mencapai 2.210 meter atau 2,2 Km.

Secara geografis, pasar panjang ini berada di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua Kota Kendari. Letaknya memanjang di jalan Sorumba dan jalan yang menghubungkan jalan by pass dan jalan Ahmad Yani.
Dari sebelah timur menuju barat atau tepatnya di jalan Sorumba, panjang pasar mencapai 1.110 Km. Sedangkan dari utara ke selatan  atau jalan Ahmad Yani menuju jalan By Pass, panjangnya 1.100 meter. Bila ditotal, maka panjangnya 2.210 meter.

Pasar panjang ini dibangun oleh Pemerintah Kota Kendari pada tahun 2011 dan sampai sekarang masih digunakan. Jumlah pelaku dunia usaha kecil dan menengah (UKM) yang melakukan aktivitas jual beli, sekitar 1.200 pedagang. Kebanyakan mereka berjualan beras, ikan segar, ayam potong, sayur mayur,  pakaian, sepatu, sendal, tas, buah-buahan dan barang pecah belah.
Karena pasar ini sangat panjang, sehingga kebanyakan orang berbelanja dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Kita pakai motor belanja, supaya tidak terlalu lelah belanja kebutuhan. Kalau mau jalan kaki, saya tidak sanggup karena pasarnya panjang sekali,” kata Ny. Rahma saat ditemui di area pedagang sayur dan ikan.

Selain berbelanja memakai motor, ada juga yang memakai mobil. Namun repotnya memakai mobil, saat berpapasan dengan mobil lain yang juga berbelanja di pasar tersebut. “Kadang mobil dan motor macet, terutama sore hari. Orang pulang kantor kebanyakan singgah berbelanja kebutuhan keluarga di pasar panjang, jadi  padat sekali,” kata Aco, salah seorang  staf pasar panjang.
Menurut  Zainuddin, Kepala Unit Pasar Panjang Kota Kendari, pasar panjang dibangun tahun 2011 oleh Pemerintah Kota Kendari. Pasar ini dibangun secara mendadak, karena pasar sentral Wuawua dilalap si jago merah. Akibatnya pemerintah Kota Kendari kebingungan untuk merelokasi para pedagang ke pasar lain.
Agar aktivitas perekonomian di wilayah Wuawua berjalan normal, maka diambil langkah membangun pasar darurat yang panjangnya lebih 2 Km. “Status pasar panjang hanya sementara sambil menunggu selesainya pembangunan pasar sentral Wuawua yang pernah terbakar,” ungkap Zainuddin.
Pasar ini pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo bersama Kementerian PU RI pada bulan Maret 2015 lalu. Karena melihat keunikan pasar ini, sehingga Pemkot Kendari mengusulkan kepada Kementerian PU untuk dibenahi. Namun hingga sekarang belum ada tanggapan usulan tersebut.

JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 
Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...