FKN, Momentum Penting Saling Mengenal Budaya Nusantara

Tari Kolosal dalam pembukaan FKN
KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam saat membuka Festival Keraton Nusantara (FKN) menyebutkan, kegiatan nasional ini merupakan momentum yang sangat penting dan berharga, di mana dapat saling kenal mengenal terutama budaya masing-masing daerah.
“Kegiatan ini memiliki makna penting karena masing-masing daerah bisa mempertontonkan di hadapan raja-raja nusantara dan mancanegara terkait budaya daerah masing-masing,” sebutnya dipembukaan yang dilaksanakan di alun-alun MTQ Kota Kendari dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat, Kamis (12/11/2015) malam.
Menurut Nur Alam, melalui momentum ini akan membuka mata dan wawasan masyarakat bahwa negara Indonesia kaya akan budaya bangsa yang bisa menjadi alat ampuh pemersatu bangsa.
“Tuhan telah menggariskan bahwa manusia hidup di muka bumi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Dan malam ini kita semua dipertemukan dalam acara  Festival Keraton Nusantara dan budaya masyarakat Asia Tenggara. Ini semua membawa anugerah bagi kita semua,” kata Nur Alam saat memberikan sambutan di hadapan para sultan dan raja se Indonesia serta kerajaan dari Malaysia, Singapura, Pakistan, Philipina dan Thailand.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta FKM dari 34 provinsi serta lima negara yang telah mengutus raja dan permaisuri. Dari Indonesia, yang hadir diantaranya Kesultanan Jogjakarta, Kesultanan Buton, kerajaan Laiwoi, kerajaan Tiworo, kerajaan Mekongga, kerajaan Denpasar Bali, kerajaan Lombok dan lain-lain.   
Tidak hanya itu, masyarakat juga sangat bahagia karena dipercaya menjadi tuan rumah dari tiga kegiatan berskala nasional sekaligus.
“Masyarakat Sultra sangat berbahagia atas dipercayakan sebagai tuan rumah penyelenggaraan tiga iven nasional yang dilaksanakan sekaligus,”sebutnya.
Ketiga iven tersebut adalah Festival Seni Qasidah Nasional, Festival Keraton Nusantara dan Masyarakat Adat ASEAN serta Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional.
Hadir dalam pembukaan FKN dan Lasqi berskala besar, diantaranya ketua umum gerakan pramuka nasional Indonesia Adiyaksa Daud, Ketua Asosiasi FKN Indonesia, Asnawati Nur Alam anggota DPR RI asal Sultra yang juga istri Nur Alam Gubernur Sultra  dan para kepala daerah se-Sultra.
Sementara itu, Lukman Abunawas Ketua Panitia FKN dan Masyarakat Adat ASEAN serta Festival Qasidah Indonesia (Lasqi) tingkat nasional, menjelaskan kegiatan FKN akan berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak tanggal 12 sampai 15 November 2015.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung, yakni karnaval keraton nusantara dan budaya ASEAN, seminar budaya nusantara, pameran benda purbakala dan pertemuan kerajaan dan kesultanan Indonesia.
Tidak hanya itu, juga akan berlangsung festival qasidah selama 4 hari. “Sebagai-tuan rumah, tamu-tamu dari kesultanan dan kerajaan dari Indonesia maupun luar negeri, akan disuguhkan kegiatan berbagai budaya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu yang hadir, bila ada kekurangan dalam penyelenggaran event FKN,” kata Lukman Abunawas yang juga menjabat sebagai Sekda Provinsi Sultra.
Dalam kegiatan tersebut, kerajaan yang ikut memeriahkan pameran adalah kerajaan Moronene, Mokole Ikia Rahamputu Martano Luwuk Timur Sulawesi Selatan, Kerajaan Mekongga Kabupaten Kolaka, Kabupaten Muna. Kemudian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra yang memamerkan benda-benda purbakala.
Di luar stand pameran indoor, ada beberapa stand pameran kerucut berukuran 5×5 meter disi oleh peserta pameran kostum kaos bertuliskan Festival Keraton Nusantara, kain tenunan dari daerah Sulsel dan tenunan lokal Sultra. Kemudian ada jajanan dodol dari Jawa Barat.
Tidak hanya itu, pengrajin batu akik lokal Kendari juga ikut berpartisipasi memeriahkan pameran FKN yang akan berlangsung sampai 15 November mendatang. Kemudian pedagang kerak telur asal DKI Jakarta juga ikut menjajakan dagangannya di area pameran FKN.
“Kita ikut meriahkan pameran FKN. Mudah-mudahan setiap malam ramai terus sehingga penjualan bisa banyak,” kata Ipung yang menjual kostum FKN.
Meski stand pameran FKN banyak yang belum terisi, namun stand Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra yang paling banyak dikunjungi. Kebanyakan dari anak sekolah yang mendapat tugas dari sekolah untuk melihat dan mencatat benda-benda pusaka yang digunakan para raja di daratan Sultra.
“Pameran benda pusaka ini menjadi perhatian, karena memang jarang keluar. Hanya waktu-waktu tertentu dikeluarkan,” kata Rahmiwati, salah seorang penjaga stand Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra. 
Jajanan khas Betawi hiasi FKN
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Lihat juga...