GP Ansor Miliki Peranan Penting dalam Penguatan Ekonomi Rakyat

Pembukaan Kongres GP Ansor ke XV di Yogyakarta
YOGYAKARTA — Konggres XV GP Ansor yang dilaksanakan di Yogyakarta, memfokuskan pembahasan tiga masalah besar yang sedang dihadapi. Pertama menjaga kebinekaan dan keutuhan NKRI, pengentasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi. Tiga persoalan besar itu, menjadi pekerjaan besar dalam upaya turut memajukan bangsa dan negara.
Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla dalam pembukaan menyebutkan, peranan GP Ansor sangat penting dalam menyejahterakan anggotanya dan masyarakat luas secara umum, salah satunya dengan meningkatkan kualitas hidup. 
“Kita sudah sangat baik imannya. Bahkan jumlah masjid kita paling banyak di dunia. Tinggal satu yang kita belum kuat, yaitu ekonomi,” tandas JK dalam pembukaan Konggres GP Ansor di Kampus 3 Komplek Ponpes Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Kamis (26/11/2015.
Sementara itu, Ketum PP GP Ansor, Nusron Wahid menegaskan, berdasar data BPS, 70 persen kemiskinan di Indonesia terdapat di pedesaan yang merupakan basisnya GP Ansor. Bahkan dari sekian banyak kemiskinan itu juga menimpa pemuda di usia produktif. Karena itu, GP Ansor telah melalukan berbagai upaya untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan, di antaranya dengan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Ditegaskan, bidang ekonomi telah menjadi salah satu fokus perjuangan GP Ansor selama ini. Selama masih ada kekerasan atas nama agama, kemiskinan di pedesaan dan masih adanya masyarakat yang tidak bisa mengakses pendidikan, maka masih ada pekerjaan yang harus dilakukan oleh GP Ansor. 
Dikesempatan yang sama, Gubernur DIY, Sultan HB X yang juga hadir dalam pembukaan konggres tersebut menekankan pentingnya untuk selalu menjaga keutuhan NKRI dan kebhinekaan. Bangsa ini, kata Sultan, ditakdirkan berbeda-beda, sehingga perbedaan itu harus bisa menjadi kekuatan bangsa ini. Sultan juga mengingatkan, jika saat ini pun gerakan reformasi seolah berhenti karena disintegrasi mengancam. 
“Karena itu, pentingnya untuk memperkuat budaya nasional sebagai identitas bangsa. Sultan berharap, GP Ansor bisa menjadi wadah persemaian generasi muda yang berintegritas dan mampu menjawab perubahan dan mampu membawa negara ini menuju bangsa yang berdaulat.”sebut Sultan.
Pembukaan Konggres XV GP Ansor yang dihadiri pula oleh sejumlah tokoh NU nasional berlangsung penuh semangat. Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Alquran, Mars GP Ansor dan NU yang dipandu oleh paduan suara dari mahasiswa Universitas Islam Indonesia dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. 
Dalam acara pembukaan konggres juga dilakukan penanda tanganan MoU dengan sejumlah lembaga perbankan dan asuransi serta lembaga penjaminan kredit usaha kecil, sebagai langkah nyata dari upaya Ansor mengentaskan kemiskinan di pedesaan. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...