Guru Ngaji Berharap Dapat Perhatian Kesejahteraan

Aktivitas mengaji di TPA Al Hikmah
SURABAYA — Guru ngaji sebagai tenaga pendidik di bidang agama ternyata masih jauh dari perhatian, baik Pemerintah Daerah maupun Pusat. Padahal peran mereka dalam mendidik anak sangat penting, terutama dalam bidang agama.
Seperti di Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Al Hikmah, Surabaya yang berdiri sejak 1989 memiliki jumlah santriwan dan santriwati 180 orang dengan guru pengajar ngaji sebanyak 12 orang. Hingga saat ini belum ada dana khusus untuk membayar guru dari pemerintah.
“Dana untuk membiayai operasional TPQ Al Hikmah didapatkan dari Pendiri TPQ Al Hikmah, baru 4 tahun belakangan ini ada dana bantuan dari Bosda dan dari Nurul Hayat,” sebut salah satu TPQ Al Hikmah, Hj. Masithoh kepada Cendana News, Rabu (25/11/2015).
Ustadz dan ustadzah yang mengajar mendapat ‘bisyarah’ (jika ada gaji alhamdulilah, jika tidak juga tidak apa-apa) setelah mengajar selama satu jam dibayar lima ribu Rupiah dalam enam hari seminggu.
“Ya kira-kira 120 ribu Rupiah per ustadz dan ustadzah,” jelasnya.
Dia mengharapkan, ada perhatian juga dari pemerintah, terutama untuk kesejahteraan guru ngaji.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...