Harga Komoditas Sayuran Masih Terimbas Kemarau

Pedagang sayuran di salah satu Pasar Tradisional Lampung 
LAMPUNG — Sejumlah komoditas pertanian yang dijual di sejumlah pasar tradisional di Lampung masih terimbas musim kemarau. Petani sayuran yang masih terkendala pasokan air mengakibatkan harga sayuran yang dijual kepada konsumen dinaikan. Meski cukup memberatkan, namun harga komoditas sayuran bagi petani sayuran selama musim kemarau cukup menjanjikan.
Salah seorang petani sayuran di pasar tradisional Lampung Selatan, Sopiah (34) mengungkapkan, ketika musim kemarau harga sayur cukup mahal. Untuk sawi misalnya perkilogram bisa belasan ribu. Harga jual tersebut masih ditingkat tengkulak.
“Mungkin karena banyaknya petani yang tidak berkebun sayur, karena airnya sulit musim kemarau. Kami saja untungnya berada di lembah, jadi airnya lama kering walaupun volumenya sedikit,”ungkap Sopiah kepada media Cendana News, Minggu (08/11/2015).
Ia mengatakan, jika di jual ke pasar sendiri bisa puluhan ribu. Harga tersebut tidak bergantung kepada tengkulak atau kepada pembeli yang akan menjual kembali ke sejumlah pasar atau warung.
“Saya pernah jual sayur, kangkung, sawi dan lain-lain sampai Rp 25 ribu perkilo. Waktu itu memang tidak banyak pedagang sayur, juga musim kemarau dan warga yang berkebun sayur sedikit,”ujar Sopiah.
Pengaruh kenaikan harga sayur mayur pun terpantau di sejumlah pasar tradisional meskipun musim kemarau nyaris berakhir karena sejumlah wilayah Lampung sudah dilanda hujan dengan intensitas sedang.
Pantauan media Cendananews.com di pasar Inpres Kalianda Lampung Selatan serta pasar tradisional di Pasuruan,harga Mentimun semula Rp.3000,- menjadi Rp5.000,- perkilogram, harga Oyong semula Rp5.000,- menjadi Rp7.000,- perkilogram sementara pare dari Rp9.000,- menjadi Rp10.000,- perkilogramnya.
Harga sayuran yang melonjak tajam dan sulit diperoleh antara lain adalah kol, yang tiga minggu lalu harganya hanya Rp 5.000 per kg kini mencapai Rp 9.000 per kg, wortel yang semula harganya sebesar Rp 9.000 per kg kini naik Rp 5.000 per kg atau menjadi Rp 14.000 per kg, tomat yang harganya sempat anjlok di kisaran Rp 1.000 per kg dan di tingkat petani hanya Rp 400 per kg kini naik Rp 5.000 atau menjadi Rp 6.000 per kg di pasaran, bawang daun yang semula hanya Rp 4.000 per kg kini naik menjadi Rp 7.000 per kg. Harga yang masih tetap stabil dan nyaris tidak pernah terpengaruh cuaca adalah kentang, harga kentang lokal ataupun dieng tetap Rp 7.000 dan Rp 8.000 per kg.
Namun, untuk harga komoditas sayur mayur lain seperti cabai,kentang, bawang merah dan putih tetap stabil.  Para pedagang komoditas sayur mayur merasa sepi pembeli meskipun harga sayuran sudah berangsur stabil.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...