Intensitas Hujan Meningkat Petani Mulai Garap Lahan Pertanian

Membajak sawah
LAMPUNG — Datangnya musim hujan disambut suka cita oleh para petani di Provinsi Lampung. Para petani mulai disibukkan dengan kegiatan menggarap sawah, meliputi menebar benih padi setelah selama sepekan terakhir intensitas hujan meningkat mengguyur wilayah Lampung. Seperti yang terlihat di Desa Klaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Minggu (29/11/2015), terlihat traktor sudah mulai diterjunkan ke sawah.
Rahmat  (45) salah satu petani warga RT 2 RW 5 Desa Klaten Kecamatan Penengahan  mengatakan, biasanya para petani di Desa Klaten paling terakhir dalam memulai menggarap sawah akibat kurangnya pasokan air. Selain itu  para petani menunggu sawah dibajak olah penyedia jasa traktor yang lebih dahulu digunakan di tempat lain.
Namun kelihatannya saat ini petani Desa Klaten akan bertanam lebih cepat, pasalnya penyedia traktor sudah turun ke sawah. Bahkan beberapa diantaranya sudah menyiapkan lokasi persemaian untuk digunakan menebar bibit padi sawah.
“Saya sangat senang melihat traktor sudah turun kesawah, sehingga petani bisa segara menanam padi,” tuturnya kepada Cendana News di Klaten, Minggu (29/11/2015).
Dijelaskannya, beberapa persiapan yang mesti dilaksanakan diantaranya menyiapkan bedengan, menabur benih, meratakan tanah, merapikan pinggiran sawah, daut dan tanam padi. Jika para petani Desa Klaten  dapat tanam diawal musim maka panennya juga bisa lebih awal.
“Bisanya petani memiliki ketergantungan dengan tukang traktor apalagi saat musim hujan tiba dan satunya jalan biasanya menggunakan jasa bajak kerbau,” katanya.
Menurutnya jasa traktor di desa tersebut masih terbilang murah dengan biaya sekitar Rp.450ribu untuk lahan seluas sepertiga hektar dan akan lebih mahal jika sistem lepas tanpa memberi makan serta keperluan operator traktor. Sementara itu Rahmat mengaku pemilik traktor sudah cukup banyak sehingga biaya sewa lebih bersaing ditambah keberadaan bajak kerbau yang masih tetap dimanfaatkan petani setempat.
“Bajak kerbau cenderung lebih murah daripada traktor namun pengerjaannya tak secepat dengan traktor sehingga menggunakan sistem harian”ujar Rahmat. 
Hujan yang terus mengguyur lahan pertanian dan sawah tersebut pun menjadi berkah bagi para pemilik traktor dan kerbau. Besarnya permintaan akan jasa traktor membuat pemilik traktor dari desa lain yang belum menggarap lahan dipergunakan oleh petani yang terlebih dahulu membajak sawah dengan sistem sewa.
Kepala Desa Klaten Joniansyah mengungkapkan saat ini ratusan hektar sawah di wilayah Klaten sebagian sudah ditanami tanaman palawija dan jagung namun sebagian ditanami padi sawah. Ia bahkan mengungkapkan petani penanam jagung sudah mulai menanam jagung ketika intensitas hujan sedang turun.
Sebagian pemilik lahan jagung bahkan mengerahkan warga lainnya dengan sistem upah harian untuk menanam jagung. Penanaman dengan sistem tajuk atau tugal tersebut diupah oleh pemilik lahan jagung sebesar Rp70ribu perhari.
“Petani jagung kan tak membutuhkan air cukup banyak demikian pula palawija sehingga mereka sudah duluan melakukan penanaman yang penting tanah sudah basah,” terangnya.
Di wilayah Klaten menurutnya beberapa sawah memang sudah teraliri air irigasi, namun ada pula yang masih kering terutama di bagian yang jauh dari saluran irigasi. Petani memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam sayuran dan tanaman lain non padi.
“Kalau tanahnya sudah siap untuk di traktor maka sesegera mungkin ditraktor, sehingga petani akan segera menggarap sawahnya,” ucapnya. 
Ia berharap petani sesegera mungkin memanfaatkan hujan yang turun dengan membuat bendungan bendungan air dan melakukan pengolahan lahan pertanian yang sudah beberapa bulan terakhir belum teraliri air. Mayoritas warga desa yang berprofesi sebagai petani di wilayah tersebut pun mulai banyak melakukan aktifitas di lahan pertanian mereka.
Menanam benih jagung

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...