Jalan Diperbaiki Mudahkan Petani Angkut Hasil Pertanian

Perbaikan jalan
LAMPUNG — Akses jalan yang selama ini didambakan masyarakat register 1 Way Pisang terutama penghubung antar Kecamatan Penengahan-Kecamatan Sragi-Kecamatan Ketapang akhirnya diaspal. Sebelumnya kondisi jalan penghubung antar kecamatan tersebut merupakan jalan tanah yang berlumpur saat musim hujan dan berdebu saat musim kemarau. Selanjutnya status jalan ditingkatkan menjadi jalan lapen dan kemudian kini sudah mulai diaspal.
Menurut salah satu warga Desa Gandri Kecamatan Penengahan, Sobri (40), jalan penghubung tersebut sangat diperlukan oleh warga yang selama ini menempati sebagian kawasan Register 1 Way Pisang yang meliputi Kecamatan Sragi, Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Penengahan.
“Akses ini sangat vital untuk mengangkut hasil bumi dan puluhan tahun kami menantikan saat jalan ini diaspal akhirnya bisa direalisasikan oleh instansi terkait,”ungkap Sobri yang akan berangkat ke kebun karet miliknya di Lampung, Selasa (3/11/2015).
Sobri dan juga ratusan warga lain yang menghuni kawasan tanah Register mengaku, selama ini harus berjalan memutar untuk menuju ke Kecamatan Penengahan akibat akses jalan yang buruk saat musim penghujan. Namun kini kesulitan akses tersebut tak akan ditemui lagi dengan dibangunnya jalan aspal di wilayah tersebut.
Sebelumnya puluhan kilometer jalan aspal dari Kecamatan Sragi tepatnya Desa Mandalasari ke arah Desa Gandri Kecamatan Penengahan serta ke arah Desa Kemukus Kecamatan Ketapang pun sudah diaspal. Namun kondisi aspal yang dibangun beberapa tahun tersebut sudah mulai rusak di beberapa ruas akibat dilalui kendaraan dengan tonase cukup berat.
“Jika saja tak dilalui kendaraan berat dan pengerjaan jalan aspal tersebut mengikuti prosedur yang bagus, jalan tersebut bisa awet, namun karena digunakan sebagai perlintasan jalan perkebunan berdampak kerusakan jalan lebih cepat terjadi,”ujar Rudi, warga Desa Kemukus.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum tiga Kecamatan yakni Kecamatan Penengahan, Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Ketapang, Budi, saat dikonfirmasi media CDN melalui sambungan teleponnya mengungkapkan, pembangunan jalan aspal tersebut sudah lama dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut baru bisa direalisasikan tahun 2015 ini.
“Usulan sudah sejak beberapa tahun lalu dan baru bisa direalisasikan tahun ini harapannya bisa memudahkan akses masyarakat yang akan mengangkut hasil bumi ke kecamatan lain,”ungkapnya.
Seperti diketahui sebagian besar warga yang tinggal di tanah Regsiter 1 Way Pisang menggantungkan hidupnya dari lahan pertanian dan perkebunan. Sebagian besar warga bahkan berprofesi sebagai petani pekebun yang menanam padi, jagung serta komoditas perkebunan lain seperti kelapa,kelapa sawit, kakao, karet serta berbagai jenis tanaman lain.
Menurut Budi, pembuatan jalan aspal sepanjang 2800 meter tersebut sudah dalam tahap penyelesaian. Namun khusus untuk beberapa titik yang memerlukan rigid dengan cor semen masih dalam tahap pengerjaaan. Sebagian jalan yang dirigid sepanjang puluhan meter sebagian sedang dalam tahap pengeringan, sebagian sedang dikerjakan dan sebagian masih tahap penyiapan material pasir, batu split.
Pantauan media CDN beberapa pekerja masih mengerjakan pembuatan rigid yang berada tak jauh dari Dusun Karanganyar Desa Klaten Kecamatan Penengahan. Kesulitan pasokan air membuat pekerja harus mengambil air dari Sungai Way Pisang yang masih berada di sekitar kawasan wilayah Register 1 Way Pisang tersebut.
JURNALIS : HENK WIDI
Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Lihat juga...