Jembatan Ambrol Akibat Terjangan Banjir Akhirnya Diperbaiki

Jembatan Ambruk Setelah diperbaiki
LAMPUNG — Jembatan berikut gorong gorong yang ambrol penghubung Desa Klaten dan Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan  akibat terjangan banjir beberapa bulan lalu akhirnya diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan melalui Unit Pelaksana Tekhnis Kecamatan Penengahan.
Jembatan selebar tiga meter tersebut awalnya ambrol pada bagian tengah dan selanjutnya mengalami kerusakan parah sehingga ambrol pada bagian tepi jembatan. Lokasi jembatan yang menyatu dengan saluran irigasi pertanian milik warga Desa Klaten tersebut selama ini menjadi saluran air utama sawah petani sehingga sangat diperlukan warga selain sebagai jalur penghubung utama antar desa.
“Perbaikan dilakukan sudah beberapa hari ini dengan harapan saat intensitas hujan tinggi tidak terkena banjir lagi dan bisa dilewati warga” ungkap Sahili salah satu pekerja proyek pengerjaan jembatan saat ditemui Cendana News di lokasi, Senin (30/11/2015).
Rusaknya jembatan penghubung antar desa tersebut mengakibatkan warga harus memutar jalan puluhan kilometer. Selain digunakan sebagai akses pengangkutan hasil pertanian warga yang mayoritas petani jalan tersebut digunakan warga dan siswa sekolah untuk menuju sekolah mereka.
Jembatan penghubung beberapa desa di Kecamatan Penengahan yang ambrol tersebut bahkan sudah tak bisa dilalui kendaraan roda empat sementara kendaraan roda dua harus berhati hati saat melintas akibat lubang besar di tengah jembatan.
Warga terpaksa  meletakkan batang batang kayu kelapa yang digunakan untuk menutupi lubang sehingga pengendara kendaraan yang melintas pada malam hari tidak terperosok.
“Saat banjir air yang berasal dari sungai membawa sampah sampah dan menyumbat jembatan akibatnya jembatan tergerus dan membuat lubang besar di tengah jembatan,” ungkap Ngatiran yang tinggal di dekat jembatan tersebut.
Putusnya jembatan tersebut sangat disayangkan oleh Ngatiran sebab terjadi saat musim panen padi sehingga warga yang hendak mengangkut padi harus memutar dari lahan sawah ke rumah pemilik. Ngatiran mengungkapkan kerusakan jembatan tersebut selain karena faktor alam juga karena konstruksi jembatan yang kurang baik sehingga beberapa tahun dibangun sudah jebol.
Sementara itu Kepala Unit Pelayanan Tekhnis (KUPT) Dinas Pekerjaaan Umum wilayah Kecamatan Penengahan, Bakauheni dan Ketapang, Budi Santoso  mengungkapkan kerusakan jembatan tersebut sedang ditangani untuk proses perbaikan oleh beberapa pekerja.
“Selain perbaikan konstruksi kita lakukan penambahan lebar gorong gorong yang semula satu meter menjadi dua meter agar arus air lebih lancar saat hujan atau banjir,”ungkap Budhi.
Sebelumnya kerusakan terjadi pada pondasi kanan kiri jalan serta talud sekitar jembatan, kini jebolnya jembatan diakibatkan banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Meskipun rusak jembatan tersebut menurut Budi tetap  diusulkan ke pemerintah kabupaten untuk diperbaiki meskipun lokasi yang diperbaiki terkena patok jalan tol.
“Semenjak ada rencana pembangunan jalan tol secara kebetulan lokasi jembatan ambrol dilintasi jalan tol dengan adanya patok merah poros jalan tol sehingga pasti akan terkena tol tapi usulan perbaikan diterima dengan asumsi proyek tol masih lama sampai lokasi desa ini,” ujar Budi.
Sebagai langkah untuk memudahkan dan demi kepentingan warga perbaikan tetap dilakukan  secara permanen dan akan diselesaikan dalam beberapa pekan ke depan. Konstruksi yang lebih bagus dari pembangunan jembatan sebelumnya diharapkan tidak berpotensi rusak jika diterjang banjir.
Perbaikan tersebut disambut positif warga, Sobirin, sebab hampir selama setahun belakangan paska jembatan tersebut ambrol warga terpaksa memutar jalan untuk menuju desa tetangga. Perbaikan tersebut selain memudahkan warga juga menjadi sarana penggerak perekonomian warga yang akan menjual hasil pertanian mereka.
Pantauan CDN sekitar lima pekerja terlihat melakukan proses penggalian dan proses perbaikan pada gorong gorong. Derasnya air yang mengalir di sepanjang jalur perbaikan menjadi kendala proses perbaikan ditambah musim hujan yang sudah mulai mengguyur di wilayah tersebut. 

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Henk Widi
Lihat juga...