Karantina Lampung dan Banten Gelar Operasi Kepatuhan

Anggota karantina kelas I Bandarlampung dan Karantina Kelas II Cilegon dan KSKP Merak melakukan razia setiap kendaraan yang melintas
BANTEN — Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Bakauheni dan Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon Provinsi Banten mengelar operasi kepatuhan di depan kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, Provinsi Banten.
Pelaksanaan operasi kepatuhan karantina tersebut dilakukan secara rutin dengan koordinasi kedua karantina sebagai pintu masuk dan pintu keluar antar pulau dalam lalu lintas komoditas pertanian baik hewan dan tumbuhan. 
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon,Bambang mengungkapkan, razia kepatuhan ini melibatkan Kepolisian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Balai Karantina Lampung dan Balai Karantina Cilegon.
“Kita terus melakukan razia di pintu keluar pelabuhan Merak untuk mencegah komoditas pertanian, perikanan yang berasal dari Pulau Sumatera,”ujar Bambang di sela sela melakukan operasi kepatuhan Jumat malam (06/11/2015).
Bambang mengungkapkan, secara garis besar tugas karantina dalam operasi kepatuhan tersebut merupakan tugas pokok dan fungsi balai karantina. Selain itu operasi kepatuhan dilakukan dalam upaya peningkatan pengawasan lalulintas media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) antar pulau Jawa ke  Sumatera dan sebaliknya.
Selain itu pelaksanaan operasi kepatuhan mengacu pada UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina pertanian. Operasi kepatuhan dilakukan menurut Bambang untuk menghindari penularan atau penyebaran penyakit diantaranya penyakit flu burung serta penyakit yang diakibatkan hewan atau tumbuhan serta mencegah pengoplosan komoditas ilegal di pasar seperti halnya daging celeng ilegal.
Prosedur operasi patuh yang sengaja dilakukan malam hari dilakukan untuk mencegah penyelundupan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab dengan menggunakan modus ditutupi komoditas lain. Ia mengungkapkan seperti kasus sebelumnya pengiriman daging celeng tanpa dokumen dikirimkan dengan modus ditutupi kelapa,sekam,buah buahan serta komoditas lain.
Sementara itu Kapolres Cilegon, AKBP Anwar Sunaryo yang ikut terjun langsung dalam operasi kepatuhan tersebut mengaku mendukung langkah karantina dalam mencegah komoditas ilegal yang masuk ke Pulau Jawa. Selain itu operasi patuh juga dilakukan untuk menghindari distribusi narkotika dan obat obatan terlarang lainnya.
“Kita terjunkan personil KSKP Merak yang ikut membackup pelaksanaan operasi ini di bawah fly over pintu keluar Pelabuhan Merak sehingga berjalan dengan baik,”ungkap AKBP Anwar Sunaryo.
Pelaksanaan  razia yang dilakukan dengan cara menghentikan berbagai jenis kendaraan terutama bus, truk asal Pulau Sumatera tersebut berhasil memeriksa ratusan kendaraan. Hasilnya beberapa kendaraan ditemukan tidak membawa komoditas pertanian tanpa dokumen.
Saat dilakukan operasi tersebut ditemukan beberapa ekor kepiting tanpa dokumen yang merupakan komoditas perikanan,beberapa ekor burung tanpa dokumen yang semuanya dibawa menggunakan moda transportasi bus.
Pantauan media CDN puluhan anggota KSKP Merak dan puluhan anggota dari BKP kelas I Cilegon berjaga di pintu keluar Pelabuhan Merak untuk memeriksa semua kendaraan yang baru keluar dari kapal kapal asal Pulau Sumatera yang bersandar di  Pulau Jawa.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...