Karena Emas, Perusahaan Asing Dinilai Kebiri Hak Ulayat Masyarakat MBD

Tokoh Masyarakat yang juga Tokoh Adat asal Kabupaten Maluku Barat Daya, Herman Siamiloy
AMBON — Aksi eksplorasi dan eksploitasi oleh salah satu perusahaan asing di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) tanpa melibatkan masyarakat dinilai mengkebiri hak ulayat. Perusahaan asing itu terus leluasa mengirimkan material mentah dari Pulau Romang keluar Maluku. Dan terkesan dibiarkan begitu saja baik oleh Pemkab MBD maupun Pemprov Maluku.
Tokoh Masyarakat yang juga Tokoh Adat asal Kabupaten Maluku Barat Daya, Herman Siamiloy meminta pemerintah pusat segera menyikapi masalah ini. Alasannya, eksplorasi dan eksploitasi yang sudah bertahun-tahun dilakukan PT. GBU tidak lain adalah merampok hak-hak ulayat warga Pulau Romang.
“Sampai sekarang kita tidak mengetahui, PT. GBU itu mendapat izin dari siapa masyarakat Pulau Romang selaku pemilik lahan untuk melakukan eksplorasi maupun eksploitasi emas. Setahu kami, PT. GBU  itu bekerjasama dengan Bupati MBD Barnabas Orno,” ungkapnya kepada Cendana News di Ambon ,Kamis (5/11/2015).
Menurut Herman, selain merampok hak-hak ulayat warga Pulau Romang, akibat aksi mengerut perut bumi demi meraih emas, PT. GBU sudah merusak lingkungan di wilayah tersebut.
“Eksplorasi dan Eksploitasi lakukan pihak PT. GBU bertahun-tahun mengkebiri hak ulayat masyarakat Romang Kabupaten MBD. Bahkan ratusan hektar lahan yang dikeruk perusahaan asing itu sudah merusak tanaman masyarakat juga merusak lingkungan Pulau Rimang,” tegasnya.
Herman juga menyesali, sikap DPRD Kabupaten MBD maupun DPRD Provinsi Maluku yang sampai saat ini teresan diam alias tidak menggunakan kapasitas mereka selaku wakil rakyat guna menghentikan aksi eksplorasi dan eksploitasi secara liar oleh PT. GBU.
“Sangat lucu, masuknya PT. GBU hingga melakukan eksplorasi dan eksploitasi dinilai tidak melalui prosedur yang sebenarnya. Jadi, perusahaan ini menggarap emas di Pulau Romang lewat belakang layar. Ada kerjasama dengan Bupati dan Para anggota DPRD Kabupaten MBD,” bebernya.
Untuk itu, dia meminta pemerintah pusat segera turun tangan dengan jalan mencegah aksi eksplorasi dan eksploitasi yang dilakukan PT. GBU di Pulau Romang Kabupaten Maluku Barat Daya.
“Harusnya emas yang ada di Pulau Romang itu, mensejahterakan masyarakat,” tekannya.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...