Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Masih Tinggi

AMBON — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku meningkat. Berdasarkan data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi  Maluku pada Juli hingga Oktober 2015 menyebutkan, ada 149 kasus.
“Terdapat 149 kasus kekerasan terhadap perempaun dan anak di Maluku, hal ini menandakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak Maluku secara umum tinggi,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Maluku, Sadeli IE, kepada wartawan di Ambon, Rabu (18/11/2015).
Sadeli mengemukakan, sesuai data yang disampikan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang konsen terhadap masalah ini mulai Juli – Oktober 2015, di Maluku sudah terjadi 149 kasus.
“Dari 149 kasus ini, didominasi oleh Kekerasan Dalam Rumah Tangga, pemerkosaan, eksploitasi, pencabulan, dan human trafficking atau perdagangan manusia,” sebutnya.
Sedangkan, periode Januari hingga Oktober  2015 tercatat lebih dari 500 kasus terjadi secara merata di 11 Kabupaten dan Kota di provinsi Maluku.
Lanjut Sadli, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku, terjadi mulai di lingkungan keluarga. Namun para korban juga enggan melaporkan pelanggaran hukum yang satu ini.
“Tapi, dengan pembentukan P2PT2A dan ada LSM-LSM yang fokus terkait masalah perempuan dan anak, harapan kita, kasus-kasus tersebut mudah-mudahan mengalami penurunan pada tahun 2016 mendatang. Saya sangat berharap, perhitungan November hingga Desember 2015,” kata Sadli mengharapakan terjadi penurunan hingga puluhan, bahkan tidak ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Maluku.

JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY


Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...