Kelompok Tani di NTT Rindukan PPL Lebih Dekat ke Lapangan

Ketua Kelompok Tani Melati, Kanisius Jek
FLORES — Kegiatan pertanian masyarakat di lapangan sudah seharusnya mendapat pendampingan intensif dari tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL). Keseriusan tenaga PPL melakukan tugas pendampingan diyakini bisa memberikan dorongan kuat bagi masyarakat petani untuk terus berusaha meningkatkan produktivitas usaha. Juga keterlibatan yang aktif bisa mendasari pola pendampingan yang obyektif dan tepat guna.
Ketua Kelompok Tani Melati di Kabupaten Manggarai, Flores, NTT, Kanisius Jek kepada Cendana News mengatakan, kebanyakan tenaga PPL di daerahnya masih jarang mendekati lokasi usaha pertanian masyarakat. Seringkali yang dilaporkan bukan atas dasar upaya verifikasi faktual di lapangan. Akibatnya, data terkait dengan aktivitas pertanian masyarakat cenderung tidak cukup obyektif lagi menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
“Saya selalu sampaikan, lebih khusus di desa ya. Pemerintah yang paling bawah adalah desa. Mereka seharusnya support keterampilan masyarakat, contohnya seperti saya. Mereka harus bergerak dengan PPL pendamping. Saya pernah bantah dengan PPL dan menyatakan dia tidak benar. Tidak benarnya karena pemerintah hanya terima data di atas meja,” ungkap Kanisius di Dusun Nterlango, Desa Pocolikang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Kanisius mengatakan, dirinya sangat merindukan PPL lebih dekat lagi ke lapangan. 
“Saya mau PPL itu buat lab di lapangan. Karena saya tahu, masih banyak kelompok tani kita itu belum memiliki kemampuan kerja profesional. Itu tadi, karena tidak ada uji lapangan. Ada kelompok lain, misalnya, buat usaha produksi bokasi juga. Tapi itu saya lihat banyak yang sebenarnya belum layak disebut bokasi. Mereka punya itu organik biasa. Bokasi itu lain cara pengolahannya,” klaimnya.
Kelompok Tani Melati sendiri didirikan pada awal tahun 2009. Pernah mengalami jedah aktivitas selama hampir 2 tahun usai baru berusia 3 minggu, kelompok ini akhirnya bisa bangkit kembali dan sudah terbukti berjalan selama sekitar 4 tahun hingga tahun 2015 ini. Kelompok Tani Melati memiliki orientasi pada pemberdayaan lingkungan hidup dengan fokus bidang usaha pada produksi pupuk bokasi dan pembudidayaan berbagai jenis anakan kayu lokal.[JURNALIS : FONSI ECONG]
Lihat juga...