Kereta Api Patas, Transportasi Masal Andalan Masyarakat Purwakarta

JAKARTA — Daya tarik ” gemerlap ” Daerah Khusus Ibukota ( DKI ) Jakarta, sampai saat ini sungguh mempesona dan menggoda siapa saja, ribuan orang berjuang keras mencari pekerjaan dan penghidupan yang lebih layak di Jakarta. Mereka mondar – mandir setiap hari, setiap minggu dan minimal setiap bulan sekali bolak – balik dari kampung halamannya masing – masing ke Jakarta.
Saat berangkat dari kampung halaman, kebanyakan para pekerja memanfaatkan angkutan transportasi masal dengan biaya terjangkau ” murah meriah ” menuju DKI Jakarta / sebaliknya. Salah satunya adalah memanfaatkan jasa layanan transportasi masal angkutan kereta api, alasannya selain ongkosnya relatif terjangkau, kereta api lebih cepat dan tidak mengenal macet.
Salah satunya adalah memanfatkan layanan kereta api Patas Purwakarta, kereta ini termasuk kereta api lokal kelas ekonomi yang mendapatkan Public Service Obligation ( PSO ) atau subsidi dari Pemerintah Pusat. Subsidi diberikan setiap tahun, untuk mengurangi beban biaya ongkos perjalanan hingga 50 %, dengan demikian diharapkan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi.
Harga tiket sekali jalan dari stasiun Jakarta Kota – stasiun Purwakarta / sebaliknya hanya Rp. 6.000, sangat terjangkau bila dibandingkan naik kendaraan angkutan umum lainnya. Jika naik bus kendaraan umum dengan rute yang sama, ongkos sekali jalan Rp. 15.000, itu belum termasuk tambahan biaya naik angkutan kota dari terminal ke tempat tujuan masing – masing. 
Kereta api Patas Purwakarta bolak – balik setiap hari sebanyak 4 kali Pergi Pulang ( PP ), sedangkan waktu tempuh rata – rata dari stasiun Jakarta Kota – stasiun Purwakarta / sebaliknya sekitar 2,5 jam ( 150 menit ) hampir sama dengan waktu tempuh naik bus kendaraan umum. 
KA Patas Purwakarta hanya berhenti di stasiun tertentu saja, waktu berhentinya pun juga tidak lama, hanya sekedar menaik turunkan penumpang saja, cuman sekitar 3 – 5 menit saja. Kereta ini dilengkapi dengan pendingin udara ( AC ) namun sayang tak terawat dengan baik, akibatnya puluhan penumpang di dalam gerbong  mandi keringat kuyup akibat kepanasan.
Cendana News sore ini Minggu (22/11/2015) mencoba naik dan merasakan KA Patas Purwakarta, setelah sebelumnya membeli tiket di loket penjualan stasiun Jakarta Kota, tak lama kemudian kereta pun datang. Ratusan penumpang yang telah menunggu, segera bergegas berjalan cepat masuk kedalam gerbong memilih kursi tempat duduk yang tersedia di dalamnya.
Gufron, seorang penumpang kereta saat ditemui Cendana News, mengatakan bisa dikatakan hampir setiap minggu naik kereta Patas Purwakarta pergi – pulang dari Cikampek, Purwakarta ke Jakarta, seringnya kulakan kerupuk ikan khas Palembang yang ada di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Sementara itu, seorang penumpang yang mengaku sebagai guru Sekolah Dasar, Fariana menyebutkan, kareta tersebut merupakan salah satu alternatif dan solusi dalam mendapatkan transportasi yang murah.
” Kereta Patas Purwakarta merupakan salah satu alternatif solusi transportasi masal yang murah meriah, kereta ini sangat diandalkan terutama oleh masyarakat Purwakarta, maka jangan heran bila setiap hari okupansi penumpangnya sangat tinggi, bahkan tak jarang harus berdesakan, ” kata Fariana.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]

Lihat juga...