Ketua MPR: Seusai Reformasi Ruh Kebangsaan Mulai Memudar

Wisuda mahasiswa STAI YASBA
LAMPUNG — Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan mengkritisi bahwa persaudaraan kebangsaan sedikit demi sedikit mulai memudar. Bahkan ia mengakui tak ada lagi anggaran untuk membangun wawasan kebangsaan yang ada di setiap daerah.
“Selama 18 tahun reformasi ini bahkan banyak pejabat dan berbagai kalangan asik memperkaya dirinya sendiri dan mulai luntur nilai nilai kebangsaan yang menjadi jati diri bangsa,”ungkap Zulkifli Hasan saat memberikan wejangan dalam wisuda Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASBA Kalianda Lampung Selatan, Sabtu (21/11/2015).
Disebutkan juga, kedaulatan rakyat di Indonesia sudah mulai luntur, hal tersebut dapat dilihat dalam pemilihan umum legislatif banyak terjadi praktek pemberian uang untuk bisa dipilih sehingga kedaulatan rakyat seolah sudah terbeli.
Upaya tersebut menurut Zulkifli Hasan harus diubah dengan meningkatkan sistem pendidikan sebab pendidikan sangat penting agar sumber daya manusia lebih bisa menjadikan rakyat Indonesia lebih pintar.
“Keberadaan sekolah bahkan hingga sekolah tinggi di Lampung Selatan merupakan bukti pendidikan sangat penting,”ujarnya.
Ketua MPR tersebut bahkan dalam wujud kepedulian kepada dunia pendidikan telah mendirikan Sekolah Menengah Atas Kebangsaan yang menerima siswa selulus SMP dengan siswa tinggal di asrama tanpa dipungut biaya. Ia berharap kepada para dosen selaku pejuang pendidikan bisa lebih memberikan ilmu yang terbaik bagi generasi mendatang.
Sementara itu, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASBA Kalianda Lampung Selatan menggelar wisuda bagi sebanyak 54 mahasiswa lulusan program  sarjana strata 1 (S1) periode II Tahun akademik 2015/2016 program studi manajemen pendidikan Islam (Spdi), Sarjana Ekonomi Syariah (SEsy).
Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) A. Johansyah, Kalianda,tersebut dihadiri oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Forkopimda Kabupaten Lampung Selatan diantaranya ketua DPRD Lamsel Hendri Rosadi,Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra, serta ketua STAI YASBA Kalianda  M.Yakub Yuhira SH,MM,PD.
M.Yakub Yuhira SH,MM,PD dalam sambutan seusai pelaksanaan wisuda berharap wisuda menjadi sebuah tanggungjawab dan bisa memberi nilai tambah bagi orang lain. Ilmu yang diperoleh tersebut harus dijadikan momentum untuk menjadikan lulusan STAI menjadi putera puteri terbaik bagi bangsa.
“Atas nama pribadi dan civitas akademika STAI YASBA Kalianda kami menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat kepada wisudawan-wisudawati atas ketekunan dan kedisiplinan sehingga berhasil menyelesaikan perkuliahannya,” ungkapnya di GSG A Johansyah Kalianda, Sabtu (21/11/2015).
Lebih lanjut dikatakannya, lulusan STAI YASBA diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerahnya, khususnya masyarakat Kabupaten Lampung Selatan terutama karena saat ini STAI YASBA sudah memasuki tahun ke-6.
Diketahui Sekolah Tinggi Ilmu Agama Yayasan Pembangunan (STAI YASBA), Kalianda Lampung Selatan merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di kota Kalianda  di  Jl. Lettu Rochani No. 1 Kedaton Kecamatan Kalianda. Sekolah tinggi yang berdiri pada 10 Juni 2010 tersebut saat ini dikepalai oleh M.Yakub Yuhira SH,MM,PD
Menurut ketua Badan Administratif Kemahasiswaan (BAK) STAI YASBA Adi Rivane SE, saat ini jumlah mahasiswa di STAI YASBA dengan dua program studi tersebut saat ini terdiri dari sekitar 200 lebih mahasiswa dan sudah meluluskan sebanyak 79 alumni.
Saat ini selain mengejar target akreditasi B, tahun depan STAI YASBA berencana  juga akan menambah dua program studi, masing-masing Pendidikan Guru Agama (PGA) dan prodi Ekonomi Islam.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...