Koordinator BEM: Unidar Ambon Bukan Milik Individu

Koordinator BEM Unidar Kampus C Masohi, Romlah Hatala
AMBON — Pasca putusan Pengadilan Negeri Ambon pada 14 November 2015, para pejabat lingkup Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Provinsi Maluku, mulai Dekan, Ketua Program Studi bertandang ke Kampus C di Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, guna menosialiasikan amar putusan PN Ambon kepada para mahasiswa termasuk membicarakan jadwal perkulihan.
Pasalnya, sengketa kepemilikan Yayasan yang berlarut, telah mengorbankan ribuan mahasiswa Unidar.
Usai diskusi panjang bersama pihak akademik Kampus C, para mahasiswa menyesalkan upaya banding yang dilakukan pihak Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku terhadap putusan majelis hakim PN Ambon.
Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unidar Ambon Kampus C Masohi, Romlah Hatala, kepada Cendana News di Ambon Minggu (15/11/2015), menyatakan berbagai isu yang berkembang saat ini tentu sangat meresahkan mahasiswa asal kampus yang identik dengan merah tersebut.
“Harusnya, pasca putusan pengadilan pihak lembaga tidak lagi berpolemik panjang. Karena konflik internal elit kampus itu hanya mengorbankan para mahasiswa,” tegasnya.
Menurut Romlah, lebih dari itu para mahasiwa Unidar Kampus C Masohi saat ini berharap, lembaga Unidar Ambon segera mengaktifkan kembali perkulihan secara normal, bukan lain-lain.
Dia meminta pihak Yayasan Pendidikan Darussalam Maluku agar bisa menerima atau legowo terhadap hukum. Alasannya, hal tersebut demi kepentingan mahasiswa.
“Aset Unidar bukan milik orang per orang. Unidar bukan milik individu dan kelompok tertentu. Kami sangat berharap, agar pihak Yayasan Darussalam Maluku, segera mengambil langkah-langkah terbaik untuk mengantisipasi, pasca putusan pengadilan. Memang putusan ini tingkat pertama, tapi diharapkan dapat melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan instutusi dan mahasiswa,” tegasnya.
Selain itu, beberapa orang mahasiswa aktif asal Unidar Kampus C Masohi, juga meminta dan berharap pihak Unidar segera mengembalikan uang SPP mereka yang sudah dibayarkan di Bank Republik Indonesia (BRI).
Sementara itu, Koordinator Mahasiwa Unidar Kampus C Masohi, Ratna Sumantri menyebut, mereka yang di bawah Yayasan Darussalam Maluku selaku pengelola proses akademik, Senin (16/11/2015) atau hari ini, akan melaporkan masalah ini kepada pihak kepolisian.
JURNALIS : SAMAD VANATH SALLATALOHY

Jurnalis Cendana News wilayah Maluku. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi jurnalis di beberapa media cetak lokal. Bergabung Cendana News mulai pertengahan 2015.

Akun twitter : @vanlohy
Lihat juga...