Kota Seribu Angkot, Angkutan Umum Lebih Banyak dari Penumpang

Barisan angkot di terminal bogor
BOGOR — Meski jumlah penumpang terus berkurang karena menjamurnya kendaraan pribadi tidak menyebabkan angkutan kota (Angkot) di Kota Bogor mengalami penurunan. Di kota hujan tersebut, sangat mudah sekali menemukan dan memilih angkot yang disukai, meski pada umumnya berwarna yang sama dengan jurusan sedikit berbeda. Dan dalam hitungan menit akan ada mobil plat kuning tersebut melintasi jalan, dan layak diberi julukan kota seribu angkot.
Seorang pengemudi angkot jurusan Bogor – Semplak PP, Syahrul menyebutkan, sudah lama kota Bogor dijuluki dengan kota seribu angkot, julukan itu seolah – olah menggambarkan jumlah angkutan umum di kota ini lebih banyak dari penumpangnya,” terangnya kepada Cendana News.
Diakuinya, jumlah penumpang angkot semakin lama semakin berkurang, namun anehnya jumlah angkutan umumnya tidak ikut berkurang, jumlahnya tetap sama, bahkan bisa bertambah.
“Sekarang untuk mendapatkan penumpang sebanyak – banyaknya makin sulit dan persaingannya pun makin ketat, makanya tergantung bagaimana caranya sopir bisa dapat hasil yang maksimal,”jelasnya.
Dalam mencari penumpang, sebuah angkot bisa berhenti disatu posisi yang strategis agak lama (ngetem) meski hal tersebut akan menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas. Karena padatnya aktivitas jalan menyebabkan tindakan angkot tersebut sering menjadi bulan-bulanan dan menjadi tersangka penyebab kemacetan. Meski hal tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh angkot, tetapi peningkatan kendaraan pribadi juga menjadi penyebab kemacetan.
Saat ini tercatat jumlah 3.412 unit dan masih sama seperti beberapa tahun sebelumnya, namun karena meledaknya jumlah kendaraan pribadi setiap tahunnya menyebabkan jalanan tersebut tidak lagi mampu menampung, sehingga kemacetan tidak dapat dihindarkan.[JURNALIS : EKO SULESTYONO]


Lihat juga...