KSKP Bakauheni Amankan Ribuan Burung di Pintu Masuk Pelabuhan

LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni mengamankan kendaraan pembawa ribuan ekor burung berbagai jenis di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung. Pengamanan kendaraan tersebut merupakan hasil operasi rutin yang dilakukan oleh anggota KSKP Bakauheni terhadap kendaraan yang akan masuk ke Pelabuhan Bakauheni sebelum menyeberang ke Pelabuhan Merak Banten.
Menurut Kepala KSKP Bakauheni Lampung Selatan, AKP Ferya Kurniawan, pengamanan kendaraan pembawa ribuan burung tersebut terjadi pada Sabtu malam (07/11/2015) sekira jam 23.45 WIB.Kendaraan minibus yang akan masuk ke Pelabuhan tersebut diamankan sebelum membeli tiket.
“Saat diperiksa di bagasi belakang ternyata ditemukan 22 box berisi bermacam burung kecil dengan jenis kolibri, pleci, ciblek, serpu yang berjumlah total kurang lebih 1000 ekor,”ungkap AKP Ferya Kurniawan kepada Cendana News, Minggu (08/11/2015).
Menurut Ferya Kurniawan,burung tersebut akan dipasarkan di Jakarta Barat.
“Berdasarkan pengakuan burung burung tersebut diakui milik Zainul yang dibawa dari Prabumulih menuju pasar burung Pramuka Jakarta pusat,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Lampung Selatan.
Menurut Ferya Kurniawan,kendaraan serta burung burung tersebut diamankan karena tidak dilengkapi dengan dokumen angkutan satwa liar. Selanjutnya kendaraan berikut barang bukti ribuan burung tersebut diserahterimakan ke pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Bakauheni Lampung Selatan.
Sementara itu penanggungjawab kantor BKP Wilker Bakauheni, Drh. Azhar mengungkapkan pemilik burung serta ribuan burung tersebut masih diamankan di kantor BKP Bakauheni. Jika pemilik belum bisa menunjukkan dokumen pengiriman yang sah maka burung burung tersebut akan dilepasliarkan.
“Sesuai prosedur jelas jelas pengiriman burung tersebut menyalahi aturan karena menggunakan kendaraan pribadi bukan untuk pengangkutan satwa, padahal aturan sangat jelas,”ujar Drh Azhar.
Azhar mengungkapkan, pengiriman satwa jenis burung tak dilindungi tetap bisa dilakukan jika melengkapi dokumen karantina. Selain itu melengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas peternakan asal, izin pengumpulan dari BKSDA serta izin dari daerah tujuan pengiriman.
Akibat perbuatannya pembawa burung tersebut terancam dikenai Undang Undang RI nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Sementara untuk proses penyidikan, kendaraan, pemilik serta ribuan ekor burung masih diamankan di kantor BKP Wilker Bakauheni.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...