La Ode Masrafi: Beasiswa Supersemar Sukses Memanusiakan Manusia

Kepala Biro LKBN Antara Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Masrafi
KENDARI — Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Masrafi menyebutkan, program beasiswa Supersemar telah banyak membantu memanusiakan manusia, diantaranya memenuhi hak asasi untuk mendapatkan pendidikan yang layak yang berujung pada meningkatnya kualitas hidup. 
Hal tersebut dikatakanya setelah melihat banyak sahabat sesama penerima beasiswa menjadi orang sukses, seperti dosen di UHO, ada yang sukses menjadi PNS. Bahkan  mantan Wakil Menteri Agama Prof.DR.KH. Nazaruddin Umar asal Sulawesi Selatan pernah menikmati beasiswa Supersemar.
“Waktu saya dilantik oleh Pak KH. Nazaruddin Umar sebagai pengurus KMA – PBS Sultra, saya yakin beliau juga penerima beasiswa Supersemar. Karena posisi beliau saat itu adalah pengutus KMA – PBS,” ungkap alumni UHO tahun 1994 ini yang saat ini juga menjabat Sekretaris Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) Provinsi Sultra.
Disebutkan, bantuan beasiswa pada tahun 1990-an sangat susah khususnya untuk mahasiswa perguruan tinggi. Waktu itu hanya ada tiga jenis beasiswa yang ada, yakni beasiswa Supersemar, beasiswa Nusantara dan beasiswa TID. Dari seluruh program beasiswa yang ada saat itu, hanya beasiswa Supersemar yang paling banyak membantu mahasiswa.  
” Saya perkirakan 40 orang yang menerima beasiswa Supersemar untuk satu angkatan. Terdiri dari 10 mahasiswa Faperta,10 mahasiswa FKIP, 10 mahasiswa Fekon dan 10 mahasiswa Fisip. Sedangkan program beasiswa lain sangat terbatas jumlah mahasiswa yang diberikan,” ungkap Masrafi yang pernah menjabat Kepala Biro LKBN Antara Provinsi Sulawesi Barat tahun 2006 sampai 2008.
Dengan beasiswa Supersemar yang diterima Rp. 35.000 per bulan selama 3 tahun, Masrafi merasa sangat terbantu untuk menyelesaikan kuliah. Bayangkan biaya kiriman dari orang tua antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per bulan.  Tapi sejak menerima bantuan beasiswa, orang tua di kampung halaman yang tinggal di Kabupaten Muna merasa sangat terbantu.
“Maklum saya bersaudara 20 orang, semua sekolah dan kuliah. Bisa dibayangkan betapa beratnya beban orang tua. Untung ada program beasiswa  Supersemar, jadi saya sudah bisa membayar SPP sendiri di UHO,” jelas Masrafi yang saat menjadi Kepala Biro LKBN ANTARA Sultra sejak tahun 2008 sampai sekarang.
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Rustam
Lihat juga...