Lapangan Cipta Karya Ditertibkan Pasca Gugatan Ahli Waris Ditolak

Penertiban lapangan
LAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung akhirnya  menertibkan Lapangan Cipta Karya, pasca gugatan ahli waris atas nama yang diajukan ahli waris keluarga H. Saritak akhirnya diputuskan tidak diterima. Bahkan Pengadilan Negeri Kalianda memutuskan gugatan penggugat tidak dapat diterima atau Niet Ontvankelijke Verklaard (NO) pada 22 Oktober 2015 silam atas kepemilikan lahan tersebut. Selama proses pengajuan gugatan tersebut bahkan pihak penggugat melakukan pemagaran kawat berduri dan melakukan penanaman pisang.
Staf Ahli Bupati bidang Politik dan Hukum Yansen Mulia mengatakan, penertiban tersebut dilaksakanan dengan menerjunkan tim dari Kodim 0421 Lampung Selatan, Polres Lampung Selatan dan Satpol-PP Lampung Selatan. Melibatkan beberapa tim eksusi lahan tersebut berlangsung dengan tertib.
“Ini hasil rapat kami tadi bersama dengan tim penertiban di ruang Sekda sehingga hari ini langsung dilakukan penertiban dengan membongkar pagar serta membongkar tanaman yang ada di lapangan tersebut,” terangnya di sela sela penertiban, Jumat  (20/11/2015).
Dia juga menambahkan, pasca tidak diterima gugatan tersebut, sejatinya lapangan cipta karya atau yang lebih dikenal lapangan PU akan dikembalikan ke fungsi semula sebagai fasilitas umum untuk masyarakat. 
“Intinya, lahan tersebut dikembalikan lagi ke Kementrian PU untuk digunakan sebagai fasilitas umum seperti semula untuk kepentingan masyarakat terutama lapangan dikenal sebagai lapangan untuk berbagai keperluan masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya sempat muncul informasi akan ada tindakan banding dari pihak ahli waris ke Kementerian, Yansen menilai hal tersebut sudah tidak memungkinkan lagi. Pasalnya, putusan pengadilan tersebut dibatasi sampai dengan tanggal 5 November 2015. Sehingga tidak bisa lagi melakukan banding melebihi batas waktu yang ditentukan pengadilan. 
“Jadi kalau sampai dengan tanggal 5 November tidak ada banding, berarti keputusan pengadilan bersifat tetap atau inkrah,” terang dia.
Dia mengungkapkan hari ini  bentuk penertiban yang dilakukan yakni, mulai dari menertibkan pagar keliling dan tanaman pisang yang sempat ditanam oleh pihak penggugat. Alat berat dikerahkan untuk meratakan lahan yang sudah ditanami beberapa jenis tanaman. Selain meratakan tanah selanjutnya tanaman dan pagar yang sudah ditertibkan dimusnahkan dengan cara dibakar.
“Intinya dikembalikan lagi seperti semula Ya untuk upacara, pameran, olahraga dan kegiatan-kegiatan keramaian masyarakat umum lainnya,” pungkasnya.
Perkara perdata nomor :25/Pdt.G/2014/PN. Kld, telah menjatuhkan putusan oleh majelis hakim PN Kalianda pada hari Kamis 22 Oktober 2015 dengan amar putusan menyatakan gugatan para penggugat atas ahli waris tuan Hi.Sarita bin Sariman ke Kementrian Dalam Negeri RI c.q. Gubernur Provinsi Lampung c.q. Bupati Lampung Selatan sebagai tergugat III di Pengadilan Negeri Kalianda dengan objek sengketan tanah seluas sekitar 80.000 meter persegi tidak diterima oleh pihak Pengadilan Negeri Kalianda.
JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...