Lestarikan Budaya, Pengrajin Wayang Lakukan Berbagai Inovasi

Inovasi Wayang

SURABAYA — Zaman dahulu, wayang hanya dapat dinikmati dalam pementasan. Namun saat ini, salah satu budaya bangsa Indonesia yang terus dilestarikan telah dapat dimiliki oleh siapapun. Baik itu dalam bentuk hiasan dinding hingga gantungan kunci.
Salah seorang pengrajin wayang untuk hiasan asal Surakarta, Margono (57 tahun) mengaku seiring berjalannya waktu, wayang kini tak hanya sebagai pemain di pertunjukkan wayang. Tetapi, juga bisa menjadi hiasan dinding, gantungan kunci, sumpit, hiasan meja maupun miniatur wayang untuk mainan anak-anak.
“Kami terus berinovasi, selain untuk melestarikan dan ini merupakan salah satu cara untuk melancarkan usaha,” jelasnya kepada Cendana News di Surabaya, Sabtu (21/11/2015).
Inovasi tersebut dilakukan, agar wayang tetap dapat dinikmati oleh siapapun. Karena pembuatan satu tokoh wayang konvesional, misalnya Krishna membutuhkan waktu 15 hari. Pembuatannya mulai dari kulit kerbau yang kering, dicetak sesuai ukuran, lalu penataan, pewarnaan dan yang terakhir pemasangan cempurit (tanduk kerbau). Harga wayang Krishna sudah jadi dengan harga 900 ribu Rupiah.
“Ukuran masing-masing karakter wayang sudah pakem, ada contohnya,” ujarnya.
Nama pembuat wayang saat mewarnai disebut penyungging, dan sebutan penatah wayang disebut penatah. Agar wayang tidak cepat rusak, sebaiknya hindarkan dari air hujan dan disimpan di tempat yang kering.
Margono menambahkan selain membuat wayang konvensional, ia juga membuat sumpit sebagai souvenir yang dibanderol harga 25 ribu rupiah, hiasan kulkas dari wayang dibanderol harga 50 ribu Rupiah, gantungan kunci miniatur wayang dihargai 10 ribu Rupiah, juga ada hiasan rumah dari perak yang ukuran 15cmx15cm dihargai 50 ribu Rupiah, dan ukuran 20cmx15cm dihargai 100 ribu Rupiah.
“Omset per bulan mencapai 200 juta, dengan jumlah karyawan 5-7 orang,” sebutnya.
Masing-masing karakter wayang memiliki harga berbeda, wayang yang paling murah yakni putren yang dibanderol harga 400 ribu Rupiah dan yang paling mahal yaitu gunungan yang dihargai 3,5 juta rupiah. Dalam satu set komplit ada 160 wayang, yang dibanderol dengan harga 175 juta Rupiah.
“Meskipun sekarang pertunjukan wayang berkurang drastis, tapi kami selalu akan berinovasi dan berupaya agar wayang tidak kalah di dunia modern,” tandasnya.

JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...