Lestarikan Hewan Exotic Indonesia, Unair Kembangkan Sains Veteriner

Pelestarian plasma nutfah hewan exotic dengan sains venteriner
SURABAYA — Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memiliki sebuah metode untuk tetap melestarikan plasma nuftah hewan exotic Indonesia dengan cara sains veteriner.
Mahasiswa Pasca Sarjana Unair, Prabayuda menjelaskan veteriner sendiri mempunyai arti segala hal yang berkaitan tentang hewan dan penyakitnya.
“Kami sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan menggunakan sains veteriner sebagai salah satu upaya dalam melestarikan plasma nuftah,” terangnya kepada CDN, Minggu (29/11/2015).
Ia menambahkan dengan sains veteriner harapannya bisa menangkarkan dan membuat genetik baru dari hewan yang sudah ada atau hewan asli endemik Indonesia. Misalnya, spesies A rentan terhadap suatu penyakit, kemudian dikembangkan dalam suhu tertentu. Lalu hewan tersebut, diajak beradaptasi dan beranak pinak agar nantinya ketika dipelihara tidak rentan lagi terhadap suatu penyakit.
“Kalau di Unair sendiri masih sebatas hewan ternak, seperti sapi, kambing, dan domba,” ujarnya.
Tetapi, mahasiswa FKH sendiri mencoba spesies ular sanca darah yang dikawinkan dan dipelihara mulai dari telur yang diinkubasi hingga menjadi individu baru, sudah berhasil dan kini berumur satu bulan.
“Dengan perawatan, memberi makan, dan lain sebagainya. Hewan exotic ini juga akan mengenali pemiliknya dan perawatnya,” tegasnya.
Dengan adanya sains veteriner ini bisa menambah khasanah hewan asli Indonesia mulai dari warna, motif, ketahanan hewan reptil, meningkatkan performanya dan yang paling penting bisa meningkatkan ekonomi pemiliknya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...