Lewati Jalinbar Pengendara Bisa Manfaatkan Rest Area

Tugu gajah mengangkat barbel
LAMPUNG — Pengguna kendaraan yang melewati Jalan Lintas Barat (Jalinbar) dari arah Provinsi Lampung menuju Provinsi Bengkulu dan sebaliknya kini bisa memanfaatkan area untuk beristirahat yang berada di kabupaten Pringsewu Lampung. 
Kawasan rest area tersebut kini menjadi kawasan yang tak hanya diminati oleh para pelintas namun juga oleh masyarakat yang berada di sekitar rest area tersebut. Kawasan rest area tersebut menyatu dengan gapura Selamat Datang ke Kabupaten Pringsewu yang memiliki ciri khas bambu melengkung menyerupai gerbang. 
Kawasan  Rest Area, Gapura Selamat Datang serta tugu Gajah mengangkat barbel di Jalan Lintas Barat  Sumatera, Pekon (desa) Wates, Kecamatan Gadingrejo tersebut selalu ramai setiap hari terutama saat sore hari terutama menjelang akhir pekan.
Salah seorang warga, Solihin(40) mengaku keberadaan rest area di tempat tersebut menjadi magnet bagi warga yang sekedar ingin menikmati suasana saat pagi sambil melakukan olahraga serta saat sore untuk bersantai.
Bahkan bagi keluarga yang mengajak serta putera puterinya tugu gajah mengangkat barbel
(angkat esi) di Pekon Bulukarto, Kecamatan Gadingrejo menjadi lokasi favorit. 
“Banyak yang sekedar duduk atau ingin berfoto di sini bersama keluarga karena Pringsewu memang membutuhkan ruang publik yang bisa digunakan oleh masyarakat,”ungkap Solihin kepada media Cendananews.com Jumat (13/11/2015)
Ketiga bangunan tersebut bahkan menambah  ciri khas Kabupaten Pringsewu yang dikenal dengan kabupaten seribu bambu.  
Pantauan Cendana News, rest area tersebut memiliki beberapa bagian selain lahan luas yang disediakan di sekitar gerbang selamat datang berbentuk bambu melengkung, sepanjang jalan yang cukup luas pun dimanfaatkan warga untuk menikmati suasana baik di pinggir jalan maupun di cafe cafe yang telah disediakan khusus.
Salah satu ciri khas yang menjadi warna kawasan tersebut adalah banyaknya penjual jagung bakar dan jagung rebus yang selalu ada sejak pagi hingga malam hari. Bahkan dipastikan setiap hari puluhan penjual jagung berada di sepanjang jalan tersebut menarik pengendara yang lewat untuk menikmatinya.
“Saya berjualan jagung di tempat ini hampir setiap hari dan sejak rest area ini diresmikan warga yang datang menyukai untuk membeli jagung bakar yang kami jual”ungkap Nono salah satu penjual jagung di lokasi tersebut. 
Nono, mengaku dalam sehari mampu menjual sekitar 30 hingga 50 tongkol jagung bakar. Namun diakhir pekan atau saat liburan ia bahkan bisa membakar sebanyak 70 hingga 100 jagung bakar dibantu oleh sang istri.
Nono asal Bandung yang kini tinggal di Panjirejo Kabupaten Pringsewu mengaku mulai berjualan sejak siang hari hingga malam hari. Jagung bakar yang dijajakannya merupakan jenis jagung manis yang dibelinya dari pasar dengan kisaran harga Rp7ribu perkilogram berisi tiga tongkol jagung.
Jagung bakar yang diolesinya dengan racikan bumbu rasa pedas manis,rasa coklat tersebut dijualnya dengan harga Rp5ribu per tongkol dan rasa pedas manis diakuinya paling diminati oleh masyarakat.
“Kerja sambilan aja mas soalnya kalau pagi saya menggarap sawah serta kebun jagung tapi sekarang lagi tak menanam jagung jadi belinya di pasar,”ujar Nono.
Pembangunan rest area tersebut sebelumnya merupakan gagasan Pemkab Pringsewu yang ingin memberikan area publik bagi masyarakat terutama di area yang berada dekat dengan komplek pemerintahan kabupaten setempat. Bupati Pringsewu,Sujadi, saat awal peresmian rest area tersebut  mengatakan, Pemkab Pringsewu salah satu tujuan pelaksanaan berbagai pembangunan di Pringsewu diantaranya rest area  untuk mewujudkan Pringsewu sebagai salah satu kabupaten unggulan di Provinsi Lampung. 
Salah satu pembangunan tersebut  adalah pembangunan Gapura Selamat Datang 
dan kawasan rest area, serta tugu Gajah Angkat Besi yang menjadi ikon kabupaten tersebut. 
Dia menjelaskan, gapura atau gerbang selamat datang yang berbentuk 4 batang bambu kuning yang terangkai menjadi satu, melambangkan Kabupaten Pringsewu adalah daerah pemekaran ketiga dari Kabupaten Lampung Selatan. 
Daerah pemekaran pertama yakni Kabupaten Tanggamus, kemudian Kabupaten Pesawaran. Makna lain dari tugu selamat datang itu, menurut bupati, Kabupaten Pringsewu dibentuk dari 8 kecamatan yang dilambangkan dengan 2 kaki tumpuan kanan dan kiri. Ornamen siger yang diampit  ditengah  kedua kaki 
tumpuan itu  bermakna, masyarakat Pringsewu  terdiri dari beragam suku dan budaya. Keaneka ragaman suku dan budaya  tersebut  membulatkan tekad  menjadikan Pringsewu sebagai salah satu kabupaten unggulan di Provinsi Lampung.
“Secara umum, tugu selamat datang ini melambangkan masyarakat Pringsewu yang kondusif dan menerima siapapun yang datang ke wilayahnya,” terang Sujadi. 
Sujadi menambahkan, bangunan gapura selamat datang dan rest areanya ini baru dilengkapi dengan 1 unit outlet souvenir dan kuliner.  Kemudian juga dilengkapi bangunan mushola dan  1 unit toilet, landasan container, serta 1 unit pos jaga. 
“Nantinya di area ini juga akan dilengkapi dengan outlet kuliner, outlet souvenir, sarana bermain, ruang komunikasi, sport area, rumah adat yang direncanakan sebagai ruang pamer kerajinan khas Pringsewu. Selaian itu juga akan dibangun Kantor Dekranasda, panggung hiburan,” paparnya.
Sujadi juga menjelaskan makna dari bangunan tugu Gajah Angkat Besi. Menurut dia, tugu  tersebut melambangkan bahwa Provinsi Lampung  memiliki ciri khas habitat gajah Sumatera. Sedangkan belalai gajah yang mengangkat barbel melambangkan, Kabupten Pringsewu merupakan daerah lumbung atelit angkat besi nasional.
Antusiasme warga untuk berada di kawasan rest area tersebut karena di Pringsewu minim lokasi wisata seperti kabupaten lain selain itu lokasi yang nyaman meski berada di keramaian membuat warga betah berlama lama di area tersebut. Sonia, mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Pringsewu bahkan mengakui saat musim tanam padi hingga padi menguning lokasi tersebut memiliki view yang indah dengan adanya hamparan sawah berpadu dengan perbukitan dan pegunungan.
“Lokasi yang nyaman dan tepat ini memang diminati warga, sebagai langkah awal bagus dan mudah mudahan fasilitas tambahan bisa semakin memberi kenyamanan,”ungkap Sonia.
Sonia mengungkapkanm sebagai kabupaten yang merupakan pemekaran kabupaten lain, Pringsewu masih harus melakukan banyak pembenahan terutama pembenahan fasilitas publik yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat sebab pembangunan tersebut ungkapnya bersumber dari APBD kabupaten setempat.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...