Lima Bulan Alami Hari Tanpa Hujan, NTB Kekeringan

Seorang warga Desa Gerunung, Kabupaten Lombok Tengah saat menguras persediaan air di drum penampung yang diambil dari dari ruma warga desa tetangga
MATARAM — Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan Nusa Tenggara Barat, selama lima bulan pasca musim panen padi dilakukan hampir tidak pernah turun hujan dan itu terjadi di seluruh wilayah NTB, sehingga menyebabkan hampir sebagian besar tanaman pertanian mati dan mengalami kekeringan parah.
“Sudah lima bulan tidak pernah hujan sejak musim panen, makanya banyak tanaman pertanian yang mati mengalami kekeringan dan mengalami puso, karena tidak ada air,” kata Juru bicara BMKG, Wan Dayantolis di Mataram, Jumat (06/11/2015)
Dayan mengatakan, selain terjadinya pengurangan curah hujan bulanan, berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) pemutakhiran 30 September 2015, menunjukkan hampir di seluruh NTB tidak mengalami hujan lebih dari 90 hari.
Pada beberapa tempat HTH mencapai lebih dari 150 hari atau mencapai 5 bulan tanpa hujan. Hal ini sejalan dengan yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Itulah juga yang menyebabkan embung dan bendungan penampung air pertanian yang terdapat di hampir setiap Kabupaten Kota mengering.
“Musim kemarau tahun sebelumnya selalu ada hujan turun satu dua kali, sekarang hampir tidak pernah turun hujan selama lima bulan, itu juga yang mempengaruhi cuaca semakin panas,” ungkapnya.
Lebih lanjut Dayan mengatakan, berdasarkan pemantauan BMKG, hujan sendiri baru akan mulai turun bulan Desember mendatang.
JURNALIS : TURMUZI
Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.
Akun twitter : @muzitur00
Lihat juga...