Lima Nampan dan Tangkai Cermin Kuno Dikaji BPCB Yogyakarta

Dra. Wahyu Astuti, Kasie Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY
YOGYAKARTA — Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah meneliti hasil temuan baru, berupa lima talam atau nampan yang terbuat dari perunggu dan tembaga dan satu tangkai cermin. Dugaan sementara kelima talam itu berasal dari masa klasik abad 10 Masehi zaman Mataram Hindu Kuno.
Dari lima nampan berukuran cukup besar itu, empat di antaranya dalam kondisi relatif utuh. Sedangkan satunya lagi, sudah keropos dan hanya menyisakan bagian bawahnya saja. 
Menurut Dra. Wahyu Astuti, Kasie Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY, berdasar hasil uji laboratorium yang sudah dilakukan menunjukkan ciri-ciri peninggalan masa klasik abad 10 Masehi. 
“Dari bahan dan motif yang ada berupa ukiran vas dengan bunga berupa sulur-sulur kemungkinan kelima nampan itu berasal dari zaman Mataram Hindu Kuno,” jelas Tuti, di ruang laboratorium BPCB DIY, Senin (16/11/2015).
Didampingi Adriyani Waedaningsih-Analis Laboratorium BPCB DIY, Tuti menjelaskan, kelima nampan tersebut ditemukan oleh warga petani di desa Sabdodadi, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakatra, beberapa hari lalu, di tengah areal persawahan desa setempat. 
Tuti mengatakan, temuan benda cagar budaya di wilayah tersebut baru sekali ini terjadi, sehingga pihaknya tidak bisa berandai-andai terkait kemungkinan masih adanya benda-benda sejenis lainnya di tempat tersebut. Sementara itu, Andriyani menambahkam jika satu di antara lima nampan itu berbahan perunggu sehingga sudah rusak karena tidak tahan lama seperti perunggu.
Selain lima nampan atau talam yang pada zamannya digunakan dalam sebuah upacara sakral, BPCB DIY belum lama ini juga menerima benda diduga cagar budaya lainnya berupa tangkai cermin yang sudah patah. Temuan ini, menurut Tuti, merupakan tindak-lanjut BPCB DIY yang secara tidak sengaja menemukan foto tangkai cermin tersebut di sebuah akun facebook. 
“Karena diduga benda cagar budaya, kami mengirimkan tim untuk mengambil benda tersebut”, kata Tuti.
Dijelaskan Tuti, tangkai cermin itu ditemukan di Sungai Progo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta pada 11 November 2015. Namun demikian, sampai kini pihaknya belum bisa memastikan tangkai cermin itu sebagai benda cagar budaya. 
“Kita masih menunggu hasil analisis laboratorium untuk memastikannya”, ungkap Tuti, sembari menambahkan jika pihaknya telah memberikan uang senilai Rp. 10 Juta sebagai penghargaan atas kejujuran petani yang menemukan lima nampan kuno itu. Sedangkan bahi penemu tangkai cermin, belum diberikan penghargaan karena masih harua menunggu kepastian sebagai benda cagar budaya. 
Talam perunggu abad 10 Masehi

Tangkai cermin kuno masih diuji
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...