Limbah Tempe di Yogyakarta Dimanfaatkan Untuk Pakan Ternak

Air limbah rebusan kedelai
YOGYAKARTA — Limbah industri rumahan biasanya menimbulkan masalah lingkungan. Namun tidak bagi usaha tempe milik Walijo, warga desa Sumberharjo, Sleman, Yogyakarta. Air limbah rebusan kedelai sebagai bahan baku tempenya justru dimanfaatkan warga sekitar untuk pakan ternak sapi dan kambing. Bahkan, juga untuk air minum unggas. Air bekas rebusan kedelai memiliki kandungan protein yang bagus untuk asupan gizi hewan ternak.
Sejumlah warga dusun Klero, Sumberharjo, Sleman, mendatangi rumah Walijo untuk mengais air limbah rebusan kedelai. Dengan membawa jerigen berkapasitas 40 liter, mereka antri bergiliran mengais air bekas rebusan kedelai. Mereka mengambil air itu secara gratis, karena air tersebut biasanya hanya dibuang. Kendati bau tak sedap cukup menyengat, namun mereka seperti tak merisaukannya dan memaklumi.
Walijo, pengrajin tempe ditemui Kamis (19/11/2015) mengatakan, sudah sejak lama warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya untuk campuran pakan ternak. Bahkan juga digunakan untuk air minum unggas seperti itik dan dialirkan ke kolam atau keramba budidaya ikan nila, bawal dan tombro. 
“Air limbah rebusan kedelai ini memang mengandung protein yang sangat bagus untuk penggemukan sapi atau kambing,” katanya.
Dengan dimanfaatkannya air limbah rebusan kedelai itu, Walijo justru merasa senang. Selain bisa memberi manfaat kepada orang lain, dia juga menjadi tidak harus susah-susah membuang air limbah dari produksi tempenya. Pada satu sisi, kata Walijo, dia juga diuntungkan karena ada yang membantu dalam proses pengentasan kedelai. Di sisi lain, warga juga terbantu dalam pemenuhan pakan ternaknya. 
“Air bekas rebusan kedelai itu dicampur dengan bekatul atau polar, sangat bagus untuk penggemukan sapi,” katanya, sembari mengimbuhkan jika telah sejak 10-an tahun ini warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya. 
Warga memanfaatkan limbah air rebusan kedelai 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Lihat juga...