Listrik Masih Byarpet Beberapa Sektor Usaha Andalkan Genset

LAMPUNG — Listrik yang masih sering byarpett di Lampung membuat beberapa sektor usaha terganggu terutama yang memanfaatkan listrik, diantaranya fotocopy, toko waralaba, pengelasan, serta usaha montir atau bengkel yang mengandalkan listrik. Salah satu cara untuk tetap bekerja, yakni dengan menggunakan genset, namun hal tersebut juga berakibat dalam peningkatan biaya produksi.
Kondisi tersebut dialami oleh beberapa usaha bengkel di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan diantaranya bengkel Wanda (26), yang memanfaatkan listrik dari PLN untuk aktifitas bengkelnya. Ia mengaku harus selalu siap sedia dengan genset otomatis yang akan dipergunakan untuk aktifitas perbengkelan saat mati listrik.
“Kami sudah siapkan genset agar sewaktu waktu listrik dari PLN mati segera berpindah ke genset otomatis, terutama saat harus menggunakan tenaga listrik seperti pemotongan besi, pengeboran serta aktifitas perbengkelan lainnya,”ungkap Wanda kepada Cendana News, di bengkel miliknya yang terletak di Jalan Lintas Sumatera KM 69, Selasa (17/11/2015).
Wanda mengaku selama “musim” pemadaman listrik di Lampung yang kadang tak terduga waktunya membuat usaha yang dimilikinya harus menyiapkan biaya ekstra untuk pembelian bensin. Hal tersebut dilakukan agar konsumen yang melakukan reparasi kendaraan roda dua tidak mengalami gangguan dan kecewa.
“Kalau sedang memotong besi atau mengebor pas mati lampu kan terganggu maka kami siapkan genset meski dengan resiko mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli premium,”ungkapnya.
Usaha serupa yang berada di sebelah bengkel milik Wanda adalah las litrik milik Herman. Usah pembuatan teralis, pagar besi serta proses pengelasan tersebut pun terganggu akibat seringnya pemadaman listrik di wilayah Lampung yang belum berakhir.
“Kita banyak pesanan tapi jika listrik mati kita gunakan juga genset ukuran besar sehingga pekerjaan pengelasan tidak terganggu,”ungkap Joni salah satu pekerja yang mengerjakan teralis besi.
Genset yang digunakan bertenaga besar yang dalam sekali pengisian diakui Joni menghabiskan sekitar 20 liter premium. Biaya ekstra untuk pembelian premium tersebut diakuinya sebagai resiko usaha dan ia mengaku harus tetap mengerjakan pesanan dari masyarakat yang membuat pagar.
“Kita kan tidak bisa beralasan ke konsumen sedang mati listrik yang jelas kita kerjakan pesanan meskipun harus menggunakan tenaga diesel dari genset,”terangnya.
Pengusaha menengah ke bawah di Penengahan lainnya pun  merasa dirugikan akibat pemadaman listrik yang terus dilakukan PLN wilayah Lampung dalam beberapa bulan iniini. Kerugian yang dirasakan mereka bisa mencapai Rp 200-300 ribu per hari.Seperti dituturkan pemilik usaha Candy laundry. Kerugian yang dirasakan diantaranya tidak bisa menyiapkan pakaian pelanggan dengan cepat seperti biasanya. Jadwal pencucian pakaian tertunda karena pemadaman bisa dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
“Pokoknya melihat tingkahnya PLN saat ini sangat mengecewakan. Kadang baru mulai mau mencuci pakaian sudah padam. Semua pekerjaan serba tanggung,kalau mesin cuci kami tentunya tak bisa gunakan genset karena dayanya kurang,” ujarnya kepada CDN.
Kerugian yang dirasakan dalam sehari bisa mencapai Rp 300 ribu. Bila ada pelanggan yang menginginkan pakaiannya selesai dicuci dalam sejam, tidak bisa dipastikan karena pemadaman yang sering terjadi. Saat disampaikan sedang padam listrik, pelanggan memang mengerti. Tetapi pemasukan usahanya yang berkurang.
Bila biasanya baju pelanggan sudah bisa diambil dalam dua hari, saat ini bisa terlambat sehari atau dua hari. Karena semua pekerjaan mulai dari mencuci pakaian, pengeringan dan tahap merapikan dengan menggosok menggunakan listrik.Bila mati lampu setelah mencuci, maka mereka juga harus menunggu sampai lampu hidup baru akan mengeringkan dan menggosok. Belum lagi durasi pemadaman yang bisa mencapai 2-3 jam lebih per hari.
Ia berharap pemadaman listrik di wilayah Lampung segera bisa berakhir terutama saat musim hujan akan segera datang. Sebab berdasarkan informasi salah satu alasan pemadaman listrik yang bergilir akibat berkurangnya sumber air untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batu Tegi di Tanggamus yang menggunakan tenaga air.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...