LVRI : Pejuang Seharusnya Juga Mendapatkan Dana Kehormatan

SURABAYA — Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik menjelaskan UU No 7 Tahun 1967 tentang Veteran RI, dana tunjangan hanya memadai bagi para pejuang perang kemerdekaan 1 dan 2 yaitu pada tanggal 17 agustus 1945 dan tanggal 27 desember 1949, sedangkan pejuang lain belum mendapatkan tunjangan.
“Tapi, tahun 2012 di amandemen sudah dicantumkan tunjangan juga bisa mencakup kepada veteran pejuang dan veteran pembela,” jelasnya.
Pada tanggal 1 januari 2015 para veteran hendaknya menerima dua dana yaitu dana kehormatan (dahor) sebanyak 750 ribu dan tunjangan veteran sebanyak 700 ribu. Hal ini dirasa cukup untuk biaya makan sehari-hari para veteran ini.
“Hanya saja yang disayangkan berlakunya tidak sama sudah ada yang dapat dan ada sebagian yang belum dapat, kebetulan saya belum dapat,” imbuhnya.
Ia mengaku selama negara dalam situasi kekurangan para veteran tidak akan menuntut dan meminta apa-apa terhadap pemerintah dan negara. Tetapi, jika negara sudah berlebihan dan tidak memberi kepada veteran maka seperti malin kundang, durhaka terhadap orang tua.
Dijelaskan, perbedaan antara pejuang dan pahlawan kepada masyarakat. Bahwasanya, sebutan pahlawan bagi mereka yang berjasa bagi bangsa dan negara dengan mengorbankan nyawanya.
“Sedangkan pejuang yaitu orang-orang yang memperjuangkan bangsa dan negara tetapi belum meninggal, masih hidup,” terangnya kepada CDN, Senin (9/11/2015).
Ia mengaku senang dan bahagia dengan peringatan hari pahlawan setiap tahun, artinya peringatan tersebut sebagai sebuah penghargaan dari bangsa kepada para pahlawan. 
“Saya ini sebagai pejuang, kalau nanti saya meninggal dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan maka layak disebut pahlawan dengan catatan meninggalkan segala-galanya dengan baik,” tandasnya.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...