Mahasiswa di Malang Tuntut Naikkan KHL Buruh Menjadi 84 Item

Demo mahasiswa di Malang

MALANG — Ratusan Mahasiswa dari Forum Solidaritas Mogok Nasional Buruh yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Solidaritas Masyarakat Untuk Rakyat Tertindas (SMART) menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang, Kamis (26/11/2015).
Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan mahasiswa terhadap aksi mogok buruh sebagai bentuk perlawanan terhadap PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.
Humas Aksi, Darmansyah menyebutkan, paket kebijakan ekonomi Jokowi-JK sangat terlihat berpihak kepada para pemodal, dimana segala sektor perekonomian di Indonesia di serahkan kepada mekanisme pasar. 
“Hal tersebut di dukung dengan peraturan perundang-undangan dan peraturan pemerintah saat ini PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan adalah salah satu bentuk peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat khususnya kepada kaum buruh, “ujarnya.
Disebutkan, dalam aksi tersebut pihaknya menuntut kenaikan komponen KHL (Kebutuhan Hidup Layak) dari 60 menjadi 84 item dan mengembalikan penentuan KHL menjadi per 1 tahun.
Darmansyah menjelaskan, penetapan 60 item dalam komponen KHL yang ditetapkan dalam Permenketrans No 13 tahun 2012 sebenarnya diperuntukan untuk buruh yang statusnya masih lajang. 
“Apabila KHL tersebut di terapkan juga pada buruh yang statusnya berkeluarga dan memiliki anak, tentunya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan, baik untuk makan atau menyekolahkan anaknya. Apalagi jika sampai penentuan KHL dilakukan setiap lima tahun sekali,” jelasnya.
Dikatakannya, penentuan atau peninjauan KHL satu tahun sekali saja belum cukup untuk memenuhi kehidupan layak dari para buruh, apalagi jika ditinjau setiap lima tahun sekali.
Berikut tuntutan lengkap dari massa aksi kepada pemerintah:
– Mencabut PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
– Naikkan komponen KHL (Kebutuhan Hidup Layak) dari 60 menjadi 84 item dan kembalikan penentuan KHL menjadi per 1 tahun.
– Tolak formulasi dan mekanisme penetapan upah berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
– Tolak politik upah murah.
Sementara itu, meskipun tidak ada satupun dari pihak DPRD maupun Pemkot Malang yang menemui para pendemo, aksi ini tetap berlangsung dan berakhir dengan tertib dan aman.

JURNALIS : AGUS NURCHALIQ

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur/Malang. Gabung dengan Cendana News Maret 2015. 

Akun twitter : @shugabst2
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Agus Nurchaliq
Lihat juga...