Manfaatkan Kulit Buah Mahoni, Mahasiswa di Ngawi Bentuk Lampu Hias

SURABAYA — Hidayatul, Putri, Wulan dan Suparno mahasiswa STKIP PGRI Ngawi, semester 3-5, jurusan Pendidikan Ekonomi memanfaatkan kulit buah mahoni untuk dijadikan lampu hias yang bernilai ekonomi.
Ida, sapaan akrab Hidayatul mengaku, ide awalnya karena ada banyak pohon mahoni di kampus, dan kulit buah mahoni terbuang sia-sia, lalu kulit buah mahoni yang keras kemudian bisa dibentuk untuk lampu hias.
Prosesnya yang pertama, mengumpulkan buah mahoni yang sudah jatuh dan kering, kemudian dipilih yang bagus, yang utuh, yang tidak retak kulitnya. Kemudian kulit buah tadi diamplas hingga bentuknya bagus dan halus. Yang diamplas yang kelopaknya ada 5-6.
Setelah itu, kelopak kulit buah tadi digabungkan dengan tatakan dari kayu jati, kemudian dilubangi dan diberi kabel. Disatukan menggunakan paku. Sedangkan tutup lampu hias dibentuk trapesium. Proses pembuatan tersebut membutuhkan waktu 2-3 hari, dengan harga lampu hias kecil 50 ribu, dan yang besar 75 ribu. Produk yang dihasilkan diberi nama Sweet Lamp (sweet dari bahasa Latin yang artinya Mahoni).
“Sementara pemasaran dilakukan di Ngawi,” terangnya kepada CDN, kemarin.
Produksi untuk sementara hanya lampu hias, kalau dibuat gantungan kunci sudah banyak. Selama satu bulan tim ini, mampu memproduksi lampu hias sebanyak 14-16 lampu tergantung dari pemesanan. Usaha ini sudah empat bulan dijalani, keuntungan hampir 75 persen dicapai.
“Kesulitannya didalam tim cowoknya hanya satu, jadi yang gerinda, amplas, dan pemasangan listrik dilakukan semua. Sedangkan cewek yang menjahit tutup lampu hias,” jelasnya.
Dengan harga 50 ribu dan 75 ribu dirasa masih cukup terjangkau bagi masyarakat. “Target kedepan lampu hias produksi kami bisa digunakan di penginapan dan hotel, dengan kain penutup yang lebih berwarna,” pungkasnya.

JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Lihat juga...