Massa Kasasi Minta KPK Tangkap Bupati Buton

KENDARI — Massa yang berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (Kasasi)  menggelar aksi unjuk rasa di simpang empat Ahmad Yani -Abunawas Kota Kendari dan di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).  Mereka meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  segera menangkap dan mengadili Bupati Buton, terkait dugaan grafitifikasi terhadap Akil Mochtar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI.
Dalam orasi massa Kasasi dibawah komando Agus Safar, membeberkan penegakan hukum di Indonesia harus berlaku adil dan merata. Jangan rakyat kecil diproses kasus pelanggarannya. Sementara rakyat kelas menengah ke atas, kasus hukumnya didiamkan.
Seperti Bupati Buton yang telah mengakui secara terang terangan telah menyerahkan uang sebesar Rp 1 miliar kepada Akil Mochtar sebagai ketua MK pada tahun 2012.  Uang tersebut diserahkan  karena merasa ditekan dan diancam saat terjadi sengketa Pilkada Buton di MK.
Sayangnya di gedung wakil rakyat tak satupun anggota dewan yang menerima massa. Alasan anggota dewan tidak bersedia menerima pengunjuk rasa, karena tidak ada penyampaian secara resmi terlebih dahulu.
“Alasannya karena tidak ada penyampaian terlebih dahulu ke dewan,” kata Muh  Agus Safar, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa Kasasi kepada Cendananews.
Meskipun aspirasi Kasasi tidak diterima di dewan, Kasasi menuntut : 1. Mendesak KPK segera menangkap dan mengadili Samsu Umar Abdu Samiun atas kasus suap Pilkada Kabupaten Buton, 2. Segera usut tuntas semua kepala daerah yang terlibat kasus suap Pilkada terhadap Akil Mochtar. 3.Jika KPK mendiamkan persoalan ini dan tidak secepatnya menyelesaikan kasus tersebut maka seluruh rakyat Indonesia kehilangan kepercayaan terhadap KPK.
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Rustam
Lihat juga...