Masyarakat di Lampung Dambakan Perbaikan Jalan Antar Kecamatan

Jalan penghubung antar kecamatan rusak parah
LAMPUNG — Masyarakat di dua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan masih mengeluhkan kondisi jalan di ruas Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Sragi. Kondisi jalan yang sebagian besar berada di tanggul kanal pengairan tersebut bahkan hingga kini dalam kondisi penuh lubang dan sebagian besar aspal sudah menghilang. 
Kondisi tersebut menurut warga sudah terjadi beberapa tahun belakangan dan semakin diperparah karena jalan tersebut menjadi perlintasan utama masyarakat yang akan menuju ke Kecamatan Ketapang dan sebaliknya ke Kecamatan Sragi.
Menurut salah satu warga Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Muhamad Iskan (34), kondisi jalan yang setiap hari dilaluinya sebagai salah satu karyawan di perusahaan pembiayaan tersebut masih belum dilakukan perbaikan. Ia bahkan mengaku kondisi jakan yang rusak saat kemarau mengakibatkan debu beterbangan dan saat hujan dipenuhi dengan kubangan air.
“Jika kita melintas pada siang hari masih cukup membantu karena masih terlihat namun jika malam hari pengguna jalan harus ekstra hati hati melintas di ruas jalan ini,”ungkap Iskan kepada media Cendana News, di Kecamatan Sragi, Senin (16/11/2015).
Salah satu warga lain pemilik lahan tambak di lokasi tersebut, Sani (45) mengaku warga mendambakan perbaikan jalan layaknya wilayah lain yang sudah mendapatkan jatah perbaikan. Namun karena alokasi dana untuk perbaikan belum diperuntukkan bagi ruas jalan tersebut disadari oleh Sani yang memiliki lahan tambak di pinggir jalan tersebut.
“Sebagai warga tentunya tetap mendamba jalan yang bagus tapi kita juga melihat banyak jalan sedang diperbaiki di Lampung Selatan ini jadi mungkin belum waktunya,”ungkapnya.
Ia yang setiap beberapa hari sekali menengok tambaknya mengaku kondisi kerusakan jalan penghubung antar kecamatan di Lampung Selatan tersebut telah terjadi hampir dua tahun lebih. Kondisi aspal yang sudah rusak semakin diperparah dengan masa panen yang masih berlangsung dimana kendaraan bertonase berat melintas di ruas jalan tersebut.
“Masa panen di wilayah Sragi yang masih berlangsung tentunya menjadi penyumbang kerusakan jalan karena hampir setiap hari kendaraan truk pengangkut gabah bermuatan besar lewat, tapi selain itu usia jalan memang sudah waktunya diperbaiki,”tegasnya.
Kondisi jalan yang rusak tersebut berbanding terbalik dengan potensi ratusan hektar tambak, ratusan hektar sawah di dua kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Timur tersebut. Pantauan Cendana News, tambak tambak yang semula kering mulai teraliri air dengan adanya perbaikan kanal.
“Jalan ini menjadi jalan utama akses masyarakat dan penggerak roda perekonomian wilayah ini terutama saat musim panen udang atau panen padi, tapi terus menerus rusak,”ungkap Sumiat salah satu pemilik tambak lainnya.
Bahkan disaat panen udang, beberapa kendaraan pengangkut udang mulai berjajar di ujung jalan yang sekaligus menjadi tanggul di saluran tersebut. Beberapa penjual ikan bahkan memanfaatkan ujung tanggul untuk berjualan ikan dan menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra minapolitan.
“Perekonomian di sini akan tumbuh jika infrastruktur bagus tapi kenyataanya saat ini banyak jalan yang masih rusak,”keluh Sumiat.
Sumiat hanya berharap pemerintah setempat memperhatikan kondisi jalan yang menjadi infrastruktur vital bagi masyarakat yang sebagian besar sebagai petambak dan petani di wilayah tersebut.

JURNALIS : HENK WIDI

Bergabung dengan Cendana News pada bulan November 2014. Dengan latar belakang sebagai Jurnalis lepas di beberapa media dan backpacker, diawal bergabung dengan Cendana News, Henk Widi fokus pada pemberitaan wisata dan kearifan lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.

Twitter: @Henk_Widi
Lihat juga...